Pernah Gondongan saat Kecil? Waspada, Bisa Berdampak pada Kesuburan Pria
JAKARTA - Pernah mengalami gondongan atau mumps saat masih kecil? Kebanyakan orang mungkin menganggap penyakit ini sebagai infeksi biasa yang menyebabkan pipi dan area rahang membengkak. Namun, pada pria, terutama yang mengalami gondongan setelah memasuki masa pubertas, penyakit ini ternyata bisa menimbulkan komplikasi yang perlu diperhatikan.
Salah satunya adalah orkitis, yaitu peradangan pada testis. Melansir The Times of India, kondisi ini dalam beberapa kasus dapat memengaruhi produksi sperma dan berpotensi berkaitan dengan masalah kesuburan di kemudian hari.
Gondongan Bisa Menyerang Testis
Gondongan merupakan infeksi virus yang umumnya ditandai dengan pembengkakan kelenjar ludah di sekitar pipi dan rahang. Namun, infeksi ini juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lain.
Pada pria setelah pubertas, salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah orkitis. Testis bisa tiba-tiba membengkak, terasa nyeri, dan lebih sensitif saat disentuh. Peradangan yang cukup parah dapat mengganggu jaringan testis yang berperan dalam produksi sperma.
Viral! Bocah Nekat Sembunyi di Bagasi Taksi Online Sampai Terbawa Jauh, Bikin Driver Kaget
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orkitis akibat gondongan terjadi pada sekitar 30 persen pria yang belum divaksin dan sekitar 6 persen pria yang sudah divaksin setelah pubertas. Kondisi ini juga dapat menyebabkan ukuran testis mengecil atau mengalami atrofi.
Menariknya, peradangan tidak selalu menyerang kedua testis. Jika hanya satu testis yang terkena, testis lainnya masih dapat terus memproduksi sperma secara normal. Namun, jika kedua testis mengalami peradangan, penurunan produksi sperma bisa menjadi lebih signifikan.
Benarkah Gondongan saat Kecil bisa Mempengaruhi Kesuburan?
Jawabannya, bisa, tetapi tidak selalu.
Pernah mengalami gondongan ketika masih kecil bukan berarti seseorang pasti akan mengalami masalah kesuburan ketika dewasa. Hal yang lebih penting adalah apakah infeksi tersebut pernah menyebabkan orkitis dan seberapa parah peradangan yang terjadi.
Beberapa pria dapat pulih tanpa mengalami gangguan kesuburan jangka panjang. Namun, pada sebagian lainnya, produksi sperma dapat berkurang setelah mengalami orkitis akibat gondongan.
Perubahan pada jumlah, pergerakan, hingga karakteristik sperma juga dapat ditemukan setelah seseorang mengalami komplikasi tersebut. Karena itu, riwayat gondongan yang disertai nyeri atau pembengkakan testis sebaiknya disampaikan kepada dokter jika seseorang mengalami kesulitan memiliki anak di kemudian hari.
Meski begitu, CDC menekankan bahwa belum ada penelitian yang membuktikan bahwa orkitis akibat gondongan secara pasti menyebabkan infertilitas permanen. Kondisi ini lebih tepat dikaitkan dengan kemungkinan penurunan kesuburan atau subfertilitas.










