Beasiswa Pertanian Dorong Regenerasi Petani Dimulai dari Kampus

Beasiswa Pertanian Dorong Regenerasi Petani Dimulai dari Kampus

Gaya Hidup | okezone | Jum'at, 4 September 2026 - 20:58
share

JAKARTA — Upaya mencetak generasi baru petani membutuhkan dukungan pendidikan sekaligus pengalaman praktik di lapangan. Sebanyak 100 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) mendapatkan beasiswa dengan harapan penerima beasiswa tidak hanya menjadi sarjana, tetapi juga mampu melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek ekonomi.

Regenerasi petani menjadi salah satu tantangan yang perlu segera diatasi. Pasalnya, mayoritas petani Indonesia saat ini berusia di atas 45 tahun, sementara minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian masih relatif rendah.

”Para petani kita saat ini mayoritas sudah berusia di atas 45 tahun. Sementara itu, tidak banyak anak muda yang mau menjadi petani. Bahkan, sekitar 80 persen petani kita tidak lulus SD,” kata Dewan Pembina yayasan JHL Foundation, Jerry Hermawan Lo dalam kegiatan penyerahan beasiswa di Pangkalpinang.

Menurut Jerry, persoalan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam membangun pertanian yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, peningkatan akses pendidikan perlu berjalan beriringan dengan upaya regenerasi petani.

”Bagaimana mungkin pertanian Indonesia bisa maju kalau kualitas SDM-nya masih pas-pasan? Karena itu, regenerasi petani dan peningkatan pendidikan menjadi sangat penting untuk membangun pertanian Indonesia ke depan,” ujarnya.

Beasiswa untuk Dorong Regenerasi Petani

Jerry menilai Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pertanian melalui kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), menurutnya, pertanian tetap membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola lahan dan memanfaatkan teknologi.

“Indonesia punya tanah yang subur dan sumber daya alam yang luar biasa. Pertanian adalah keunggulan kita. Menanam juga berbeda dengan menambang. Kalau dikelola dengan benar, yang kita tanam hari ini bisa terus menghasilkan untuk generasi berikutnya,” kata Jerry.

Karena itu, Beasiswa Kelapa diharapkan tidak berhenti sebagai dukungan pendidikan bagi mahasiswa. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun perspektif baru di kalangan generasi muda bahwa profesi petani dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang memiliki nilai ekonomi.

Selain pendidikan formal, Jerry mendorong mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola lahan pertanian. Ia mengusulkan adanya kerja sama antara UBB dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) untuk mengelola lahan pertanian sekitar 1.000 hektare selama 30 tahun.

Menurut Jerry, lahan tersebut dapat dikembangkan sebagai laboratorium pertanian terbuka bagi mahasiswa. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kuliah, tetapi juga belajar mengelola kegiatan pertanian secara langsung.

“Ada satu hal lagi yang mungkin dapat dilakukan oleh Bapak Rektor dari pihak kampus, yakni mengajukan kerja sama dengan Bapak Gubernur dalam bentuk KSO untuk pengelolaan lahan seluas 1.000 hektare selama 30 tahun,” kata Jerry.

Dalam konsep tersebut, mahasiswa dapat dibagi dalam kelompok untuk mengelola lahan sejak masih berkuliah. Mereka dapat mempelajari proses mulai dari menanam, merawat tanaman, memanen, hingga mengelola hasil pertanian sebagai sebuah kegiatan usaha.

Topik Menarik