Kehamilan Usia Muda Masih Jadi Perhatian, Dokter Soroti Risiko bagi Ibu dan Bayi
JAKARTA - Pergaulan bebas dan minimnya edukasi seksual memicu perempuan di Indonesia hamil di usia muda rentang 15-19 tahun. Tentu ini menjadi tantangan bagi Pemerintah dalam menggalakkan edukasi seksual bagi anak muda.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik yang dirilis pada 5 Mei 2026, angka kelahiran kategori usia 15-19 tercatat 17 per 1.000 perempuan di Indonesia. Meski begitu, kehamilan usia remaja perlu diminimalisir karena memicu berbagai risiko medis.
Dokter Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi Shelly Franciska dalam unggahan video di akun Instagramnya menjelaskan, organ reproduksi pada anak remaja itu baru selesai maturitasnya mantap itu sekitar tujuh belas tahunan.
“Jadi kalau seks dilakukan di usia sebelum organ reproduksi matang baik secara anatomi maupun hormonal resikonya banyak banget, terutama yang pertama kalau dia secara anatomi belum matang organ reproduksinya, maka resiko infeksi menular seksual itu meningkat,” ujarnya.
“Resiko kanker rahim itu kanker mulut rahim atau kanker serviks itu lebih tinggi pada orang yang melakukan seks di usia dini atau remaja sebelum tujuh belas tahun dibandingkan setelah tujuh belas tahun,” tuturnya.
Dokter Shelly juga menegaskan, risiko kehamilan usia muda adalah karena rahim belum siap untuk menampung bayi, maka implantasi janin tidak bagus.
“Risikonya, satu, preeklamsi sangat tinggi pada kehamilan remaja atau keracunan kehamilan dan itu resiko buat ibu maupun bayi. Setelah itu resiko janin yang prematur, janin yang ukurannya kecil, itu akan menjadi masalah baru bagi si ibu dan bayi,” kata dr. Shelly.
Selain dari hormon anatomi, lanjutnya, psikososial yang belum matang pada saat melakukan pernikahan dan kalau ibunya sendiri belum matang, belum siap untuk menanggung kehamilannya, risiko baby blues.
“Pada saat dia punya anak mungkin juga akan menjadi hambatan tersendiri untuk tumbuh kembang si anak baik secara nutrisi maupun psikologisnya untuk membesarkan satu generasi yang baru,” katanya.
Andai Vietnam Kalah dari Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Kim Sang-sik Langsung Dipecat?
“Jadi memang banyak banget hal-hal yang harus dipertimbangkan apalagi di zaman sekarang ini tentang pernikahan remaja, edukasi seksualnya harus dilakukan kayaknya di sekolah-sekolah bahwa seks pada remaja itu resikonya jauh lebih banyak daripada keuntungannya bahkan mungkin gak ada kali untungnya seks pada remaja,” ucap dr. Shelly.









