4 Kebiasaan Ini Cegah Risiko Pembesaran Prostat, Bisa Dimulai Sejak Usia 30-an

4 Kebiasaan Ini Cegah Risiko Pembesaran Prostat, Bisa Dimulai Sejak Usia 30-an

Gaya Hidup | okezone | Rabu, 2 September 2026 - 14:05
share

JAKARTA - Usia senja seharusnya menjadi momen yang tenang untuk menikmati hasil jerih payah selama dekade terakhir, bermain dengan cucu, bepergian, atau sekadar menikmati masa pensiun dengan nyaman. Namun, bagi sebagian pria, kenyamanan tersebut terusik oleh gangguan kesehatan yang sering diabaikan sejak muda: pembesaran prostat.

Dokter Spesialis Urologi, dr. Andika Afriansyah dalam unggahan video di akun instagramnya mengatakan, kondisi yang kerap membuat pria lansia harus bolak-balik ke kamar mandi setiap jam ini sejatinya dipengaruhi oleh faktor pertambahan usia dan perubahan hormon. 

Meski tidak dapat dicegah secara mutlak, risiko tersebut dapat ditekan secara signifikan jika langkah antisipasi diambil sedini mungkin, terutama saat memasuki usia 30-an.

"Umur 65 tahun harusnya kamu lagi main sama cucu, keliling dunia, bukan bolak-balik ke kamar mandi tiap jam. Tapi ini kejadian di banyak pria yang prostatnya membesar. Jujur, ini tidak bisa dicegah 100 persen. Umur dan hormon tetap contribute. Tapi ada 4 kebiasaan yang bikin risikonya turun dimulai dari sekarang, apalagi kalau kamu nonton video ini di umur 30-an," kata dr. Andika, dikutip Rabu (2/9/2026).

Ia menjelaskan, penyebab dan risiko pembesaran prostat sangat berkaitan erat dengan gaya hidup sehari-hari. Guna menjaga kualitas hidup tetap optimal hingga usia lanjut, terdapat empat kebiasaan penting yang perlu diterapkan sejak dini.

4 Kebiasaan Penting Cegah Pembesaran Prostat

Ilustrasi cegah pembesaran prostat dengan olahraga teratur. (Foto: dok Magnific/jcomp)

Pertama adalah menjaga lingkar pinggang dan lemak perut. Penumpukan lemak di area perut memicu peradangan sistemik dalam tubuh yang diduga kuat berkontribusi pada pembesaran prostat. Pria Asia disarankan untuk memantau ukuran lingkar pinggang dan memastikannya tetap berada di bawah 90 cm.

Kedua, olahraga teratur menjadi pelindung investasi kesehatan jangka panjang. Menjaga kebugaran tidak harus melalui latihan ekstrem; konsistensi adalah kunci.

"Pria yang rajin olahraga risikonya jauh lebih rendah kena prostat di masa yang akan datang. Tidak perlu olahraga ekstrem, 150 menit seminggu plus angkat beban 2 kali," ucapnya.

Ketiga, pantau kesehatan secara berkala. Kondisi metabolik yang tidak terkelola dengan baik, seperti kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol yang tinggi, dapat berdampak langsung pada kesehatan prostat. Lakukan medical check-up setidaknya setahun sekali untuk memantau kondisi tubuh.

Terakhir adalah memperbaiki pola makan. Pola konsumsi harian memegang peranan besar. Perbanyak asupan nutrisi alami dari sayuran, ikan, dan telur, serta batasi konsumsi daging merah dan makanan olahan tinggi pengawet seperti sosis atau nugget.

“Empat, benerin makan. Banyakin sayur, ikan, telur. Kurangi daging merah sama makanan olahan, kayak sosis dan nugget,” kata dr. Andika.

Langkah pencegahan prostat tidak bergantung pada produk instan atau suplemen tertentu. Kesehatan di masa depan merupakan cerminan dari pola hidup yang dibangun secara konsisten dalam jangka panjang.

"Ingat, tidak ada suplemen ajaib buat prostat. Yang nentuin masa tua kamu itu kebiasaan kamu hari ini yang diulang puluhan tahun," tutur dr. Andika.

Topik Menarik