Rutin Minum Kopi Bantu Penyembuhan Pasien Kanker Payudara? Ini Kata Studi

Rutin Minum Kopi Bantu Penyembuhan Pasien Kanker Payudara? Ini Kata Studi

Gaya Hidup | okezone | Senin, 31 Agustus 2026 - 16:20
share

JAKARTA - Kebiasaan minum kopi ternyata dikaitkan dengan kemungkinan hasil yang lebih baik pada pasien kanker payudara. Sebuah penelitian menemukan bahwa perempuan dengan kanker payudara yang mengonsumsi lebih banyak polifenol, terutama dari kopi, memiliki risiko kematian akibat penyakit tersebut dan kemungkinan kekambuhan yang lebih rendah.

Temuan itu berasal dari studi yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition. Penelitian tersebut memantau 95 perempuan yang didiagnosis kanker payudara selama kurang lebih 11 tahun.

Peneliti kemudian melihat asupan polifenol para peserta. Polifenol merupakan senyawa alami dari tumbuhan yang dapat ditemukan dalam berbagai makanan dan minuman, termasuk kopi, teh, biji-bijian utuh, buah, serta sayuran.

Hasil penelitian menunjukkan peserta dengan asupan polifenol tertinggi memiliki risiko kematian akibat kanker payudara sekitar 80 persen lebih rendah dibandingkan kelompok dengan asupan terendah. Mereka juga tercatat memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami kekambuhan.

Kopi menjadi salah satu sumber polifenol yang paling banyak dikonsumsi oleh peserta penelitian tersebut.

Kandungan Kopi yang Diduga Berperan

Ahli diet dan ilmuwan pangan Jennifer Pallan, RD, BSC, menjelaskan bahwa kopi mengandung lebih dari 1.000 senyawa bioaktif. Beberapa di antaranya adalah kafein, asam klorogenat, kafeostol, dan kahweol.

Sejumlah senyawa tersebut memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Karakteristik tersebut membuat kopi menarik untuk diteliti dalam kaitannya dengan berbagai aspek kesehatan, termasuk kanker.

Ahli bedah onkologi payudara Nadia Zachariah, MD, juga menjelaskan bahwa senyawa polifenol dalam kopi dapat membantu melawan stres oksidatif dan peradangan.

Sejumlah penelitian di laboratorium sebelumnya juga menunjukkan bahwa senyawa tertentu dalam kopi, termasuk kafein, berpotensi memengaruhi pertumbuhan sel kanker. Namun, mekanisme tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa minum kopi secara langsung dapat mengobati kanker payudara.

Berapa Banyak Kopi yang Aman Dikonsumsi?

Bagi orang dewasa sehat, konsumsi kafein hingga sekitar 400 miligram per hari atau setara dengan kurang lebih tiga hingga lima cangkir kopi berukuran 8 ons umumnya masih berada dalam batas yang dianggap aman.

Namun, kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Perempuan yang sedang hamil atau menyusui dianjurkan membatasi konsumsi kafein hingga sekitar 200 miligram per hari.

Orang dengan kondisi tertentu, seperti gangguan irama jantung, kecemasan, masalah tidur, atau refluks asam lambung, juga mungkin perlu membatasi asupan kopi.

Cara mengonsumsi kopi juga perlu diperhatikan. Menambahkan gula, sirup, atau krim dalam jumlah banyak dapat meningkatkan asupan kalori dan gula. Karena itu, kopi hitam atau kopi dengan sedikit tambahan pemanis dapat menjadi pilihan yang lebih baik.

Kopi Bukan Pengganti Pengobatan Kanker

Meski hasil penelitian menunjukkan hubungan yang menarik antara asupan polifenol dan hasil kesehatan pasien kanker payudara, penelitian tersebut masih memiliki keterbatasan.

Studi ini bersifat observasional sehingga hanya dapat menunjukkan adanya hubungan, bukan membuktikan bahwa konsumsi kopi secara langsung menyebabkan risiko kematian atau kekambuhan kanker menjadi lebih rendah.

Karena itu, kopi tidak boleh dianggap sebagai terapi kanker ataupun pengganti pengobatan yang diberikan dokter. Pemeriksaan rutin, pengobatan sesuai diagnosis, serta pemantauan setelah terapi tetap menjadi bagian penting dalam penanganan kanker payudara.

“Kopi harus dianggap sebagai salah satu bagian pendukung gaya hidup sehat, bukan obat atau jaminan pencegahan,” jelas Zachariah.

Bagi orang yang tidak menyukai kopi, manfaat polifenol juga dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan lain. Teh, buah beri, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran, dan biji-bijian utuh juga mengandung senyawa tersebut.

Dengan demikian, pola makan yang beragam dan bergizi tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Topik Menarik