Sederet Manfaat Jalan Kaki 7.000 Langkah, Turunkan Risiko Kematian hingga 47 Persen!
TREN lari dan target 10.000 langkah sehari tengah marak digandrungi masyarakat perkotaan. Namun, bagi sebagian orang khususnya mereka yang memasuki usia 30-an, aktivitas lari berintensitas tinggi seringkali justru memicu rasa nyeri pada area lutut dan persendian.
Jika tak bisa berjalan kaki hingga 10.000 langkah, kamu bisa memulainya dengan 7.000 langkah. Meski jumlahnya lebih sedikit, banyak manfaat yang bisa didapat jika kamu jalan 7.000 langkah sehari. Salah satunya menurunkan risiko kematian.
1. Manfaat Jalan Kaki 7.000 Langkah
Dokter Spesialis Urologi, dr. Andika Afriansyah, memberikan pandangannya mengenai tren ini melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia tak menampik manfaat besar dari aktif bergerak, tetapi menyoroti efek samping yang sering dirasakan tubuh saat memaksakan diri mengikuti tren.
"Jalan kaki 7.000 langkah sehari itu dapat menurunkan risiko kematian bahkan sampai 40 persen dibandingkan orang yang mager seharian,” kata dr. Andika, dikutip Sabtu (29/8/2026).
dr. Andika menceritakan pengalamannya sendiri saat melihat fenomena anak muda hingga usia dewasa yang berlomba-lomba mengejar target langkah lewat olahraga lari.
"Tiap buka story IG isinya orang-orang FOMO skena lari demi mencetak 10.000 langkah. Tapi jujur, buat gua pria 30-an kayak gua, mengejar lari tiap hari itu buat lutut gua sama sendi gua sakit banget,” tutur dia.
2. Turunkan Risiko Kematian
Sebagai alternatif yang lebih ramah sendi, dr. Andika memilih metode jalan miring (incline walking) menggunakan treadmill setiap pagi. Menurutnya, metode ini jauh lebih efektif membakar kalori tanpa menyiksa tumpuan kaki.
"Makanya tiap jam 6 pagi di home gym saya, ketimbang ikut fomo lari, saya pribadi lebih milih jalan miring. Lebih hemat waktu, kardionya dapat, dan lutut saya aman. Berdasarkan meta-analisis terbaru dari The Lancet Public Health, kamu tuh nggak wajib 10.000 langkah. Cukup 7.000 langkah per hari, risiko kematian kamu udah terpangkas sampai 47 persen,” jelas dr. Andika.
dr. Andika menjelaskan rahasia di balik efektivitas jalan miring yang seringkali dipandang sebelah mata oleh sebagian orang.
Pesan Liliana Tanoesoedibjo untuk Audrey Bianca Jelang Miss World 2026: Jadilah Dirimu Sendiri
"Peningkatan terbesar itu justru pas bergerak dari mager ke 7.000 langkah. Nah rahasianya, pas treadmill dinaikin kemiringannya atau incline, detak jantung dan kebutuhan kalori otomatis naik setara lari atau jogging, tapi beban tumpuan di sendi lutut jauh lebih rendah,” tambah dia.
dr. Andika mengingatkan masyarakat agar tidak perlu terlalu terbebani dengan berbagai indikator olahraga yang rumit jika baru mulai membangun kebiasaan hidup sehat. Kuncinya adalah konsistensi dan mendengarkan kondisi tubuh masing-masing.
"Kamu nggak perlu pusing-pusing berapa heart rate kamu. Jadi tidak perlu menyiksa diri kalau belum siap. Cukup 7.000 langkah bervariasi sama jalan miring 30 menit plus angkat beban,” pungkas dia.










