Prabowo Ingatkan Anak Muda: Bangsa yang Tak Mengerti Sejarah Akan Dihukum oleh Sejarah!

Prabowo Ingatkan Anak Muda: Bangsa yang Tak Mengerti Sejarah Akan Dihukum oleh Sejarah!

Nasional | okezone | Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:30
share

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengajak generasi muda untuk terus mempelajari sejarah bangsa. Menurutnya, bangsa yang tidak memahami sejarah berisiko mengulangi kesalahan dan menjadi korban dari sejarah.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat peluncuran ekosistem motor listrik nasional (Molonas) di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

"Saudara-saudara, terutama anak-anak muda, belajarlah sejarah. Bangsa yang tidak mengerti sejarah akan dihukum oleh sejarah. Kalau kita tidak mengerti bagaimana perilaku bangsa-bangsa lain terhadap kita, kita mungkin selalu akan menjadi korban," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, Indonesia merupakan bangsa yang relatif muda. Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Namun, setelah proklamasi, bangsa Indonesia masih harus menghadapi berbagai peperangan untuk mempertahankan kemerdekaan.

"Tahun 1945 kita proklamasikan kemerdekaan kita, tetapi dilanjutkan perang. Perang lima tahun. Perang lima tahun berhasil kita rebut kemerdekaan kita," ujar Prabowo.

 

Menurutnya, perjuangan bangsa Indonesia tidak berhenti setelah penjajah meninggalkan Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia juga menghadapi berbagai gejolak dan upaya untuk mengguncang pemerintahan yang sah.

"Dalam minggu-minggu pertama kita merdeka, mereka lancarkan kudeta terhadap pemerintah yang baru. Dua minggu sesudah penyerahan kedaulatan," ungkapnya.

Prabowo menegaskan, bahwa ajakannya untuk memahami sejarah bukan berarti mengajarkan masyarakat membenci bangsa lain. Menurutnya, Indonesia tetap dikenal sebagai bangsa yang ramah dan memiliki sifat terbuka terhadap orang lain.

"Kita terkenal dengan keramahan kita. Kebaikan kita. Itu adalah DNA kita. Itu adalah memang sifat kita. Sifat yang seperti ini dianggap oleh bangsa-bangsa lain sifat yang lemah," tutupnya.
 

Topik Menarik