Teknologi Hijau dan Kuda Lumping Perkuat Ekonomi Desa Wisata Ngampungan Jombang

Teknologi Hijau dan Kuda Lumping Perkuat Ekonomi Desa Wisata Ngampungan Jombang

Nasional | sindonews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:58
share

Pengembangan desa wisata tak lagi hanya mengandalkan keindahan alam. Diversifikasi produk, penggunaan teknologi tepat guna, penguatan UMKM, hingga pelestarian kesenian lokal menjadi bagian penting menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Pendekatan tersebut mulai dikembangkan di Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB), Wisata Pandansili didorong tidak hanya menjadi lokasi kunjungan, tetapi berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang menghubungkan pariwisata, produksi air mineral, UMKM, dan kesenian tradisional.

Program yang memasuki tahun kedua pada 2026 ini memperoleh pendanaan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026. Program dilaksanakan melalui kolaborasi dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya dan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang bersama Pemerintah Desa Ngampungan, Pokdarwis Pandansili, dan kelompok PKK desa. Baca juga: Menpar Widiyanti Apresiasi Astra Rawat Budaya Osing

Ketua tim Sayekti Suindyah menjelaskan, program tahun kedua diarahkan untuk memperkuat fondasi kemandirian ekonomi Desa Ngampungan. Pengembangan dilakukan melalui tiga jalur yang saling berkaitan, yakni diversifikasi produk air mineral yang dikelola Pokdarwis Pandansili, penguatan UMKM kelompok PKK, serta pengembangan kesenian kuda lumping sebagai bagian dari daya tarik Wisata Pandansili.

“Program ini merupakan bentuk kolaborasi akademisi, pemerintah desa, Pokdarwis, dan kelompok PKK untuk mendorong Desa Ngampungan menjadi salah satu desa mandiri berkelanjutan di Kabupaten Jombang,” kata Sayekti yang juga dosen Unitomo ini.Transformasi pada unit usaha Pokdarwis Pandansili dilakukan secara bertahap. Pada tahun pertama, tim memberikan dukungan berupa mesin produksi air mineral yang dilengkapi teknologi membran reverse osmosis (RO) dan ultraviolet (UV). Teknologi tersebut kemudian digunakan Pokdarwis untuk memproduksi air kemasan botol berukuran 500 mililiter. Memasuki tahun kedua, kapasitas produksi mulai diarahkan pada diversifikasi produk. Pokdarwis memperoleh dukungan mesin filling cup sealing satu lini untuk memproduksi air minum dalam kemasan gelas ukuran 220 mililiter.

Anggota tim, Zuhdi Ma'sum menjelaskan, diversifikasi ukuran kemasan penting karena memberikan pilihan produk yang lebih luas dan membuka peluang pasar baru. Pengembangan usaha air mineral tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan Pokdarwis, tetapi juga memberi kontribusi terhadap ekonomi desa sekaligus menciptakan peluang usaha dan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Dampak pengembangan tersebut mulai terlihat dari tumbuhnya inisiatif masyarakat. Kepala Desa Ngampungan, Rohan, mengatakan masyarakat termotivasi untuk membangun gedung khusus produksi air mineral di kawasan Wisata Pandansili. Gedung tersebut direncanakan selesai pada Oktober 2026. Keberadaan fasilitas produksi tersendiri menjadi penting karena pengembangan usaha desa membutuhkan proses produksi yang lebih terorganisasi, berkelanjutan, dan mampu mengikuti pertumbuhan permintaan.

UMKM Didorong Naik KapasitasTransformasi ekonomi juga dilakukan pada kelompok PKK Desa Ngampungan. Pada tahun pertama, kelompok PKK memperoleh mesin peniris minyak untuk membantu meningkatkan efisiensi proses produksi.

Teknologi tersebut terutama mendukung pengembangan produk pangan yang selama ini dikelola kelompok perempuan desa. Pada tahun kedua, kapasitas produksi kembali diperkuat melalui penyediaan mixer berkapasitas 10 liter, wajan berdiameter 80 sentimeter, dan peralatan kompor. Penggunaan peralatan dengan kapasitas lebih besar diarahkan untuk mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kemampuan kelompok memenuhi permintaan pasar. Baca juga:Unitomo Terapkan Teknologi Hijau dan Digitalisasi di Desa Ngampungan JombangPendekatan teknologi tepat guna seperti ini menjadi penting bagi UMKM desa. Modernisasi tidak selalu berarti menggunakan teknologi yang rumit. Teknologi justru akan memberikan manfaat ketika mampu menyelesaikan hambatan nyata yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari lamanya proses produksi, keterbatasan kapasitas, hingga konsistensi produk.

Menariknya, pemberdayaan Desa Ngampungan tidak hanya diarahkan pada kegiatan produksi. Tim PDB juga melihat bahwa pengembangan wisata membutuhkan identitas budaya. Karena itu, kesenian kuda lumping yang berada di bawah binaan Pokdarwis Pandansili mulai diperkuat sebagai salah satu atraksi di kawasan wisata.

Pada tahun kedua, program memberikan dukungan berupa kostum bagi para penari. Kesenian tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata Pandansili. Strateginya sederhana: wisatawan tidak hanya datang menikmati tempat, tetapi juga mendapatkan pengalaman budaya lokal. Jika dikembangkan secara konsisten, pementasan kesenian dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih luas.

Bertambahnya aktivitas wisata dapat membuka ruang bagi kuliner, produk UMKM, air kemasan lokal, jasa masyarakat, hingga produk-produk desa lainnya. Dengan demikian, wisata berfungsi sebagai pintu masuk menuju ekosistem ekonomi desa.

Membangun Desa yang Tidak Bergantung pada ProgramProgram PDB Desa Ngampungan pada akhirnya membawa satu gagasan penting: keberhasilan pemberdayaan tidak cukup diukur dari banyaknya mesin atau peralatan yang diberikan. Teknologi baru memberikan manfaat ketika masyarakat mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Demikian pula wisata. Tingginya jumlah pengunjung belum otomatis menunjukkan keberhasilan apabila tidak menciptakan nilai ekonomi bagi warga di sekitarnya. Karena itu, air mineral, UMKM PKK, Wisata Pandansili, dan kesenian kuda lumping sedang diarahkan menjadi bagian dari satu mata rantai ekonomi desa.

Sayekti berharap pengalaman tersebut dapat berkembang menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Jombang dalam membangun ekonomi berdasarkan kekuatan lokal. “Keberhasilan program ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi, membuka kesempatan kerja di desa, serta membawa Desa Ngampungan menuju desa mandiri yang berkelanjutan,” ujarnya.

Jika proses tersebut terus tumbuh, keberhasilan Desa Ngampungan kelak tidak hanya ditandai oleh semakin ramainya Wisata Pandansili, namun juga merupakan desa yang memiliki usaha air mineral kemasan satu-satunya di Kabupaten Jombang. Ukuran yang lebih penting adalah semakin banyak warga yang memperoleh manfaat ekonomi dari potensi desanya sendiri.

Topik Menarik