504 Dapur MBG Ditutup Permanen, Kepala BGN: Sanitasi dan Higienisnya Tak Layak

504 Dapur MBG Ditutup Permanen, Kepala BGN: Sanitasi dan Higienisnya Tak Layak

Nasional | sindonews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:48
share

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan, pihaknya telah menutup 504 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 10 Agustus 2026. Keputusan itu diambil lantaran dapur MBG yang ditutup tak memenuhi syarat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) hingga tenggat waktu yang ditentukan.

"Sampai dengan hari ini laporan yang per tanggal 10 kemarin hari Senin, itu ada 504 dapur menurut laporan dari Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia yang dilaporkan melalui Kementerian Kesehatan, ada 504 dapur yang kemudian kami tutup secara permanen," ujar Sudaryono di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).

Sudaryono menjelaskan, keputusan itu diambil lantaran dapur MBG yang ditutup belum memenuhi syarat SLHS. "Karena dinyatakan tidak layak untuk kemudian secara sanitasi dan higienisnya tidak layak sehingga kami tutup permanen 504 dapur per tanggal 10 kemarin," ungkapnya.

Baca juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Manfaatkan MBG untuk Tingkatkan Kinerja Tanpa Bebani APBD

Kendati demikian, Sudaryono menyampaikan, ada permohonan pembuatan SLHS dari 3 ribu dapur MBG. Ia mengatakan bahwa permohonan SLHS itu masih dikaji oleh dinas kesehatan di masing-masing daerah.

"Mana kala dia tidak layak maka mohon maaf, ini urusan nyawa seseorang, urusan nyawa anak-anak kita, itu tidak bisa kita toleransi lagi. Itu terkait SLHS," ucap Sudaryono.

"Dan ini kami minta dukungan kepada para kepala daerah karena Dinas Kesehatan yang kemudian melaksanakan pengecekan sertifikasi ini yang melaksanakan adalah Dinas Kesehatan, sehingga kami memohonkan kepada kepala daerah untuk bisa membantu mendorong untuk supaya ini bisa dipercepat,” pungkasnya.

Topik Menarik