Menko Airlangga Ungkap Realisasi Investasi Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan tingginya realisasi investasi yang berdampak pada perluasan penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang mencapai 5,29 persen.
Arus modal yang masuk ke sektor manufaktur di Jawa serta program hilirisasi di luar Jawa dinilao berhasil membuka jutaan lapangan kerja baru.
"Investasi tumbuh 7,2 persen di atas pertumbuhan ekonomi dengan realisasi Rp1.010,6 triliun dari target Rp2.041,3 triliun, di mana PMA sebesar Rp507,6 triliun dan PMDN Rp502,9 triliun dengan porsi hilirisasi mencapai 30 persen atau Rp300 triliun," kata Airlangga dalam jumpa pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Pemerintah mencatat persebaran investasi di luar Pulau Jawa terus konsisten menjaga keseimbangan dengan wilayah Jawa, yakni berada di kisaran 50 persen. Penanaman modal domestik dan asing tersebut langsung menggerakkan sektor industri manufaktur serta program-program unggulan pemerintah, termasuk pengembangan Koperasi Merah Putih di daerah.
Mauknya arus modal masuk berimbas positif terhadap perluasan lapangan kerja baru di tengah maraknya tantangan ketenagakerjaan global. Pemerintah mencatat pula jumlah penyerapan tenaga kerja secara langsung mengalami lonjakan signifikan dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.
"Jumlah tenaga kerja langsung yang terserap di semester I-2026 sebesar 1,45 juta orang, naik 15 persen dari tahun lalu sehingga di tengah isu kasus PHK, jumlah orang yang bekerja di lapangan kerja baru justru bertambah lebih banyak," ujar Airlangga.
Laju atau kspansi lapangan kerja baru dan pengembangan program prioritas secara simultan memicu perbaikan indikator kesejahteraan sosial masyarakat. Kondisi ini dinilai tercermin dari tren penurunan angka kemiskinan serta berkurangnya jumlah pengangguran secara nasional per pertengahan tahun ini.
"Penduduk miskin turun 430 ribu orang dengan tingkat kemiskinan menjadi 8,07 persen per Maret, sementara tambahan orang bekerja bertambah 522 ribu sehingga total yang bekerja 148,19 juta orang dan pengangguran turun 24 ribu menjadi 7,22 juta orang per Mei," kata Airlangga.
Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 sebesar 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026. Pada Mei 2026, terdapat sebanyak 7,22 juta penganggur atau setara dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65 persen.
Pada Mei 2026, jumlah angkatan kerja tercatat sebesar 155,41 juta orang. Dari angka tersebut, terdapat 148,19 juta penduduk yang berstatus bekerja dan 7,22 juta lainnya menganggur.
Adapun lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja pada Mei 2026 yaitu pertanian (28,75 persen), perdagangan besar dan eceran (17,80 persen), dan industri (13,53 persen).










