Jam Tidur Anak yang Terganggu Hambat Pertumbuhan dan Bikin Susah Fokus Belajar

Jam Tidur Anak yang Terganggu Hambat Pertumbuhan dan Bikin Susah Fokus Belajar

Terkini | okezone | Kamis, 30 Juli 2026 - 23:10
share

JAKARTA - Pola tidur yang teratur memegang peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, setelah masa libur sekolah berakhir, orang tua perlu membantu anak kembali ke jadwal tidur yang normal. Pasalnya, kebiasaan tidur terlalu larut malam tidak hanya membuat anak mengantuk di sekolah, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi, suasana hati, hingga proses pertumbuhan.

Dokter Spesialis Anak sekaligus influencer kesehatan, dr. Lucky Yogasatria, mengingatkan bahwa kurang tidur pada anak tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, waktu tidur yang tidak mencukupi dapat berdampak pada kemampuan anak untuk belajar dan mengelola emosi.

“Kalau anak sering tidur terlalu malam, dampaknya bukan cuma bikin ngantuk saat di sekolah. Anak juga bisa lebih susah fokus saat belajar, cepat lelah, dan suasana hatinya lebih mudah berubah,” kata dr. Lucky dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (30/7/2026).

Selain memengaruhi konsentrasi, kebiasaan tidur larut malam juga dapat menurunkan kualitas tidur. Kondisi ini berisiko menghambat proses tumbuh kembang anak yang berlangsung saat mereka beristirahat.

Hormon Pertumbuhan

dr. Lucky menjelaskan bahwa ketika anak tidur dengan nyenyak, tubuh akan memproduksi hormon pertumbuhan (growth hormone) yang berperan penting dalam perkembangan fisik.

“Saat anak tidur nyenyak, tubuhnya melepaskan hormon pertumbuhan (growth hormone) yang berperan penting dalam proses pertumbuhan tulang, otot, dan perbaikan jaringan tubuh. Jika waktu atau kualitas tidurnya kurang, proses penting ini bisa terganggu,” jelasnya.

Agar pertumbuhan dan perkembangan anak tetap optimal, dr. Lucky mengimbau orang tua untuk menerapkan rutinitas tidur yang konsisten setiap hari. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membatasi penggunaan gawai sebelum waktu tidur.

“Yuk, mulai kembalikan lagi rutinitas tidurnya. Biasakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, serta kurangi penggunaan gadget sebelum tidur,” pungkas dr. Lucky.

Topik Menarik