Jalan Nyaris Putus hingga Warga Buat Tandu Darurat, Marthen Natonis Perjuangkan Infrastruktur dan Ambulans Desa

Jalan Nyaris Putus hingga Warga Buat Tandu Darurat, Marthen Natonis Perjuangkan Infrastruktur dan Ambulans Desa

Terkini | okezone | Rabu, 29 Juli 2026 - 16:34
share

TIMOR TENGAH SELATAN - Akses jalan dan layanan kesehatan menjadi kebutuhan dasar yang masih banyak disuarakan masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD TTS Marthen Natonis mendorong kebijakan melalui perannya sebagai anggota legislatif.  Menurutnya,  persoalan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama yang diperjuangkannya. Terlebih, jalan penghubung antar-kecamatan di wilayah tersebut rentan terputus akibat hujan dan longsor.

“Di wilayah kami, akses jalan penghubung antar-kecamatan sangat menantang dan rentan terputus akibat hujan serta longsor, yang dapat memutus jalur transportasi 8 hingga 11 kecamatan sekaligus,” ” kata Marthen saat ditemui di BIMTEK 2026 Partai Perindo, Rabu (29/7/26).

“Setiap kali terjadi titik longsor, saya secara tegas mendorong pemerintah daerah untuk melakukan penanganan cepat, dan langkah tersebut berhasil direalisasikan, lanjutnya.

Persoalan akses juga dirasakan masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Marthen pernah menerima laporan berupa foto warga yang harus membuat tandu darurat untuk menggotong pasien, khususnya ibu hamil, menuju Puskesmas dengan jarak yang sangat jauh.

“Berangkat dari situ, saya tergerak untuk mendorong pengadaan ambulans desa. Puji Tuhan, hari Minggu lalu sebelum berangkat ke kegiatan ini, ambulans tersebut telah resmi diserahkan kepada pihak desa bersama Bapak Bupati dengan nilai pengadaan sebesar Rp600 juta,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan perbaikan jalan dan fasilitas umum juga menjadi aspirasi yang paling dominan disampaikan masyarakat ketika dirinya melakukan reses. Aspirasi tersebut selaras dengan program yang selama ini diperjuangkan melalui DPRD.

Selain kebutuhan dasar, Marthen memanfaatkan fungsi legislatif untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dicanangkan oleh Ketua Umum DPP Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo. Salah satunya melalui alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD untuk pembinaan kelompok usaha di masing-masing daerah pemilihan.

 

“Pengembangan UMKM secara konkret kami jalankan melalui alokasi Pokok-Pokok Pikiran masing-masing anggota DPRD. Meskipun jumlahnya terbatas, setiap anggota dewan membina kelompok-kelompok usaha di dapilnya,"ujarnya.

"Selain itu, secara kelembagaan DPD, kami aktif membangun komunikasi dengan komunitas disabilitas untuk menyatukan mereka dalam wadah produktif,” lanjut Marthen.

Marthen yang juga menjabat Ketua DPD Partai Perindo TTS menyampaikan, pemberdayaan pemuda, perempuan, UMKM, dan kelompok disabilitas menjadi bagian dari arah kerja yang dijalankan di daerah.

Langkah tersebut berjalan bersama perjuangan aspirasi masyarakat melalui DPRD, terutama pada kebutuhan infrastruktur, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Topik Menarik