Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
PARIS - Lebih dari 10.000 orang dievakuasi semalam di Prancis barat daya karena kebakaran hutan yang menyebar dengan cepat menghanguskan 2.000 hektare lahan di sebelah barat kota Bordeaux.
Data menunjukkan kebakaran hutan telah membakar lebih banyak lahan di Eropa tahun ini daripada rata-rata tahunan selama dua dekade terakhir. Hal ini terjadi karena benua yang paling cepat memanas di dunia ini telah mengalami tiga gelombang panas yang mencekik secara hampir berurutan sepanjang tahun ini.
Lima ratus petugas pemadam kebakaran berjuang untuk mengendalikan kobaran api, menurut pernyataan prefektur pada Kamis (23/7/2026). Dua petugas pemadam kebakaran dilaporkan meninggal pada Selasa (21/7/2026) saat menangani kebakaran yang terjadi di dekat bandara Bordeaux.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez bertemu dengan keluarga petugas pemadam kebakaran pada Rabu, (22/7/2026), sementara serikat pekerja memperingatkan bahwa para pekerja menghadapi kelelahan ekstrem dan kekurangan sumber daya.
Mantan Atasan Taufik Hidayat Minta Dedi Mulyadi Serahkan Uang Sayembara Rp250 Juta ke Korban
"Kami berurusan dengan tegakan pohon pinus yang sangat lebat dan rapat," kata Kapten Pemadam Kebakaran Wilfried Schneider, sebagaimana dilansir Reuters. Ia menggambarkan kebakaran tersebut memiliki intensitas yang "langka".
Kebakaran hutan tersebut berlokasi di dekat area Teluk Arcachon—sebuah pusat pariwisata—dan sebagian besar dari mereka yang dievakuasi merupakan wisatawan yang menginap di area perkemahan. Pemerintah prefektur menyatakan belum ada korban luka sejauh ini.
Kebakaran ini terjadi ketika kawasan Eropa selatan kembali dilanda gelombang panas ekstrem, dengan suhu mencapai lebih dari 40°C di beberapa daerah.
Benua ini telah mengalami tiga gelombang panas yang hampir beruntun sepanjang tahun ini. Cuaca panas yang intens tersebut juga dituding sebagai penyebab ribuan kematian tambahan pada periode Mei hingga Juni lalu.
Para ilmuwan sepakat bahwa krisis iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia terus meningkatkan intensitas gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan, sekaligus menciptakan kondisi yang memicu badai ekstrem serta merusak.









