Iran Ancam Serang Pangkalan Militer Inggris, Sebut Kaki-Tangan AS
LONDON, iNews.id - Iran melabeli Inggris sebagai kaki tangan Amerika Serikat (AS) dalam konflik yang tengah memanas. Teheran bahkan mengancam akan menyerang pangkalan militer Inggris yang digunakan oleh militer AS untuk melancarkan operasi terhadap wilayah Iran.
Ancaman tersebut disampaikan setelah Perdana Menteri Inggris Andy Burnham tetap mempertahankan kebijakan yang memberi izin kepada AS menggunakan pangkalan-pangkalan militernya. Iran menegaskan, setiap negara yang membantu operasi militer AS akan menjadi target yang sah.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran blak-blakan menyebut Inggris sebagai kaki tangan AS dalam perang. Sementara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa negara mana pun yang memberikan bantuan militer kepada Washington harus siap menanggung konsekuensi dan dampaknya.
Kantor berita Iran Tasnim melaporkan pesawat-pesawat pengebom AS telah diterbangkan dari RAF Fairford. Namun hingga kini Kementerian Pertahanan Inggris belum memberikan konfirmasi apakah pangkalan tersebut benar-benar digunakan dalam operasi militer terhadap Iran.
Timnas Swiss dan Kanada Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Bosnia Intip Jalur Peringkat 3 Terbaik
Pemerintah Inggris merespons ancaman Iran tersebut dengan meningkatkan kesiapsiagaan militernya. Meski menegaskan tidak terlibat langsung dalam serangan terhadap Iran, London menyatakan seluruh angkatan bersenjata berada dalam kondisi siaga penuh untuk mempertahankan wilayah Inggris maupun kepentingannya di luar negeri.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beberapa kali mengkritik pemerintah Inggris serta mantan Perdana Menteri Keir Starmer karena dinilai enggan terlibat langsung dalam operasi militer melawan Iran.
Beberapa hari setelah perang AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari, Inggris memberikan izin kepada AS untuk memanfaatkan sejumlah pangkalan militernya, termasuk RAF Fairford di Gloucestershire dan Diego Garcia di Samudera Hindia. Pangkalan-pangkalan tersebut dinilai strategis untuk mendukung operasi terhadap infrastruktur militer Iran, terutama yang berkaitan dengan ancaman terhadap negara-negara Teluk dan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Mantan Atasan Taufik Hidayat Minta Dedi Mulyadi Serahkan Uang Sayembara Rp250 Juta ke Korban
Kebijakan itu tidak diubah setelah Andy Burnham menjabat sebagai perdana menteri. Ia disebut telah diberi tahu bahwa keputusan memperpanjang perjanjian penggunaan pangkalan oleh AS tetap berlaku.
Sebelumnya, pada 19 Maret, Iran menembakkan dua rudal balistik ke pangkalan Diego Garcia milik Inggris di Kepulauan Chagos. Satu rudal dilaporkan gagal mencapai sasaran, sementara rudal lainnya berhasil dicegat kapal perang AS.









