Danantara Ambil Alih 4 Manajer Investasi BUMN, Kelola Dana Lebih dari Rp170 Triliun

Danantara Ambil Alih 4 Manajer Investasi BUMN, Kelola Dana Lebih dari Rp170 Triliun

Ekonomi | okezone | Kamis, 23 Juli 2026 - 16:15
share

JAKARTA - PT Danantara Asset Management (DAM) melakukan pembelian saham PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM).

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan pengambilalihan pengendalian empat perusahaan tersebut bukan sekadar transaksi pembelian saham, tetapi juga langkah besar untuk membangun kekuatan baru dalam industri manajemen investasi nasional.

Sejalan dengan itu, aksi korporasi ini menjadi upaya penting untuk memperkuat industri manajemen investasi nasional. Keempat perusahaan tersebut memiliki pengalaman, jaringan, dan kapabilitas yang kuat, serta secara kolektif mengelola dana lebih dari Rp170 triliun.

"Dalam satu bulan ke depan, keempat asset management ini akan melakukan merger menjadi satu perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia. Proses ini merupakan bagian dari streamlining yang sedang dilakukan oleh Danantara Indonesia," kata Dony, Kamis (23/7/2027).

Penandatanganan jual beli saham yang berlangsung pada Rabu (22/7) ini disebut dapat mengoptimalkan skala dana kelolaan empat perusahaan pelat merah tersebut. Sejalan dengan itu, hasil konsolidasi korporasi akan memperluas akses investasi bagi investor ritel maupun institusi, serta menghadirkan solusi investasi yang semakin kompetitif untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia, menekankan fundamental perusahaan yang dikonsolidasikan Danantara tersebut menjadi modal penting bagi entitas baru untuk tumbuh sebagai salah satu perusahaan manajemen investasi terdepan di Indonesia.

"Kami optimistis industri manajemen investasi Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu memperkuat kepercayaan investor, baik di tingkat domestik maupun global," ujar Hardiyanto.

Adapun di segmen ritel, perusahaan hasil konsolidasi akan mengembangkan produk investasi tematik dan memperluas akses investasi melalui jaringan bank Himbara, seiring dengan pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) nasional yang telah melampaui 20 juta investor.

Atas dasar itu, perusahaan akan memperkuat kapabilitas pengelolaan investasi melalui perluasan basis investor serta penyediaan solusi investasi yang lebih komprehensif bagi berbagai lembaga domestik.

"Kami melihat momentum yang sangat besar di depan. Dengan basis investor ritel yang terus bertumbuh dan kepercayaan institusi yang semakin kuat, sinergi keempat entitas ini akan menjadikan perusahaan hasil konsolidasi sebagai mitra investasi pilihan bagi jutaan masyarakat Indonesia," tutur Hardiyanto.

Sementara itu, Direktur Utama PT BRI Manajemen Investasi, Arief Budiman, menitikberatkan merger ini sebagai momentum strategis untuk memperdalam penetrasi pasar ritel.

Per Juni 2026, BRI MI mencatat AUM keseluruhan sebesar Rp52,61 triliun dengan basis nasabah ritel yang kuat sebagai modal penting dalam memperkuat ekosistem perusahaan hasil konsolidasi.

"Dengan kekuatan jaringan distribusi dan basis investor ritel yang terus berkembang, penggabungan ini akan memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi yang terpercaya sekaligus mempercepat pendalaman pasar keuangan modal," ungkap Arief.

Sejalan dengan itu, Direktur Utama PT BNI Asset Management, Ari Adil, mengatakan komposisi bisnis BNI AM antara ritel dan institusi dengan AUM sebesar Rp29,59 triliun per Juni 2026 akan menjadi salah satu kekuatan utama dalam memperkuat kapabilitas perusahaan hasil konsolidasi.

"Kami optimistis penggabungan ini akan memperkuat kapasitas pengelolaan investasi nasional melalui sinergi keahlian investasi, inovasi produk, penguatan tata kelola, serta skala usaha yang semakin solid dan kompetitif," kata dia.

Senada, Direktur Utama PT PNM Investment Management, Ade Santoso Djajanegara, menyampaikan skala pengalaman PNM IM dalam mengembangkan investasi inklusif dengan AUM sebesar Rp10,31 triliun per Juni 2026 juga akan melengkapi kekuatan perusahaan hasil konsolidasi dalam memperluas akses layanan investasi kepada masyarakat.

Topik Menarik