SMBC (BTPN) Stop Penerbitan Obligasi di Tengah Suku Bunga Tinggi
IDXChannel - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) resmi menghentikan rencana penerbitan obligasi korporasi. Langkah tersebut ditempuh di tengah kondisi suku bunga yang tinggi.
Bank yang dikendalikan investor Jepang itu sebelumnya telah meluncurkan program Penawaran Umum Berkelanjutan V (PUB V) Bank SMBC Indonesia dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp3 triliun.
Sejauh ini, SMBC menerbitkan obligasi dengan emisi Rp2,57 triliun. Rinciannya, tahap I sebesar Rp355 miliar, tahap II Rp1,39 triliun, dan tahap III Rp816 miliar. Dengan demikian, bank tidak akan menerbitkan sisa kuota emisi sebesar Rp433 miliar.
"Dengan mempertimbangkan kondisi pasar terkni serta posisi likuiditas perseroan yang memadai, direksi perseroan berpendapat bahwa saat ini belum merupakan waktu yang tepat untuk melanjutkan penerbitan obligasi dalam rangka PUB V," kata Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar dalam keterbukaan informasi, Selasa (23/6/2026).
Dia menjelaskan, kondisi pasar terkini tidak menguntungkan akibat isu geopolitik. Hal ini kemudian menyebabkan kurva imbal hasil acuan dan spread kredit menjadi lebih tinggi.
Di saat yang bersamaan, SMBC juga melaporkan pembayaran bunga obligasi tahap II yang terbit pada 2024. Pembayaran bunga tahap kelima tersebut dilakukan untuk dua seri obligasi yakni seri A (3 tahun) dan B (5 tahun) pada 17 Juni 2026.
Rinciannya, SMBC membayar bunga Rp7,2 miliar untuk obligasi seri A dengan kupon 6,7 persen. Sementara, bunga Rp16,79 miliar dibayarkan untuk obligasi seri B dengan kupon 6,95 persen.
Kupon obligasi korporasi yang ditawarkan saat ini cenderung tinggi seiring dengan kenaikan suku bunga BI Rate yang saat ini mencapai 5,75 persen. Berdasarkan catatan IDX Channel, Obligasi Berkelanjutan II Pindo Deli II Pulp & Paper menawarkan kupon 8,25-10 persen untuk tenor 3 tahun dan 9-10,5 persen untuk tenor 5 tahun.
(Rahmat Fiansyah)









