Surplus 130 Ton Hidrogen per Tahun, PLN Dorong Transjakarta Pakai Bus Hidrogen

Surplus 130 Ton Hidrogen per Tahun, PLN Dorong Transjakarta Pakai Bus Hidrogen

Ekonomi | okezone | Selasa, 21 Juli 2026 - 14:15
share

JAKARTA - PT PLN (Persero) bersama PT Pertamina (Persero) mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengadopsi bus berbahan bakar hidrogen sebagai armada Transjakarta. Langkah ini dinilai menjadi titik awal pengembangan ekosistem transportasi hidrogen di Indonesia, mengingat infrastruktur pengisian bahan bakar hidrogen dan pasokannya telah tersedia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN memiliki kelebihan produksi hidrogen yang dapat dimanfaatkan untuk sektor transportasi. Hidrogen tersebut merupakan produk sampingan dari operasional pembangkit listrik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

"Produksi hidrogen kami sekitar 203 ton per tahun. Dari jumlah itu, hanya sekitar 75 ton yang dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional pembangkit. Sisanya sekitar 130 ton per tahun merupakan surplus yang bisa dimanfaatkan," kata Darmawan dalam acara Global Hydrogen Ecosystem 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, PLN bersama Pertamina telah menyiapkan rantai pasok hidrogen dengan memanfaatkan kelebihan produksi tersebut. Bahkan, stasiun pengisian hidrogen atau Hydrogen Refueling Station (HRS) telah dibangun dan siap beroperasi.

"Hydrogen Refueling Station sudah ada dan siap dipakai. Hidrogennya juga sudah tersedia. Yang belum ada justru kendaraan atau bus hidrogennya," ujarnya.

Darmawan mengungkapkan PLN dan Pertamina telah berdiskusi mengenai penyediaan armada bus hidrogen. Sejumlah produsen kendaraan dari Jepang, Jerman, hingga China disebut telah memiliki teknologi bus hidrogen yang siap digunakan.

"Barangkali Bapak (Menteri ESDM) bisa melobi Gubernur DKI agar Transjakarta menggunakan bus hidrogen," kata Darmawan.

Ia menegaskan PLN dan Pertamina siap berkolaborasi menyediakan infrastruktur, pasokan hidrogen, serta mendukung pengoperasian armada hidrogen apabila mendapat dukungan dari pemerintah.

"Nanti Pertamina dan PLN bersama-sama menyediakan rantai pasoknya. Refueling station sudah ada, hidrogennya sudah ada. Tinggal menghadirkan bus hidrogen sehingga kita bisa membangun transportasi berbasis hidrogen secara bersama-sama," ujarnya.

Selain untuk sektor transportasi, Darmawan mengatakan hidrogen juga memiliki peran penting sebagai media penyimpanan energi (energy storage) dalam mendukung sistem kelistrikan nasional dan transisi menuju energi bersih. Menurutnya, teknologi hidrogen juga telah mulai diterapkan PLN untuk mendukung program dedieselisasi atau pengurangan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

"Hidrogen akan menjadi salah satu moda energy storage yang sangat penting ke depan. Kami meyakini hidrogen akan menjadi salah satu solusi utama dalam mendukung transisi energi di Indonesia," pungkas Darmawan.

Topik Menarik