Serangan AS Masuki Hari Kelima, Iran Terus Hantam Pangkalan Militer di Teluk

Serangan AS Masuki Hari Kelima, Iran Terus Hantam Pangkalan Militer di Teluk

Terkini | okezone | Jum'at, 17 Juli 2026 - 01:05
share

TEHERAN - Iran melancarkan serangan baru terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di negara-negara Teluk tetangga, sementara Washington terus menyerang lokasi-lokasi di seluruh Iran sepanjang malam. Ini merupakan hari kelima berturut-turut AS melancarkan serangan terhadap Iran.

Teheran mengatakan telah menyerang target di wilayah tersebut, termasuk di Yordania, Kuwait, dan Bahrain, saat hari keenam permusuhan yang kembali memanas semakin memperburuk kesepakatan awal mereka untuk mengakhiri perang.

Sementara itu, militer AS mengatakan telah melancarkan gelombang serangan selama enam jam di beberapa lokasi untuk "melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam pelaut yang tidak bersalah" di Selat Hormuz, demikian diwartakan BBC.

Pertukaran serangan terbaru ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran bahwa mereka "sebaiknya bersikap baik" atau menghadapi tindakan militer lebih lanjut jika Iran tidak kembali ke meja perundingan.

Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan kepada media pemerintah bahwa Teheran "tidak punya alasan" untuk mematuhi perjanjian apa pun yang tidak menguntungkan negara tersebut.

Ia menambahkan bahwa keamanan nasional Iran bergantung pada pemeliharaan apa yang ia sebut sebagai "kesepakatan Iran" di Selat Hormuz.

 

Dalam serangan terbaru, AS menargetkan pusat komando, situs pertahanan udara, dan fasilitas pengawasan pantai di seluruh Iran—termasuk di kota pelabuhan Bandar Abbas dan Pulau Tunb Raya—kata Komando Pusat AS (CENTCOM).

Ledakan terdengar di seluruh Iran dan pertahanan udara diaktifkan di Teheran, lapor media pemerintah Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan sebuah pusat perawatan kanker anak di kota Ahvaz di bagian barat telah dievakuasi setelah serangan di lokasi terdekat.

Rekaman video yang beredar menampilkan serangan di tiga kota pesisir di Iran—Chabahar, Ahvaz, dan Bandar Abbas.

Sekutu AS di Teluk melaporkan serangan. Militer Kuwait mengatakan telah mencegat serangan drone, sementara kementerian dalam negeri Bahrain meminta warga untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat.

Militer Iran juga mengatakan telah menargetkan sistem komunikasi AS dan fasilitas penyimpanan bahan bakar di Yordania dalam serangan terbarunya.

Seiring meningkatnya ketegangan, Selat Hormuz—jalur air penting di lepas pantai Iran yang secara efektif diblokir Teheran sebagai respons terhadap serangan AS-Israel—tetap ditutup.

 

Pada Selasa (14/7/2026), AS mengatakan telah melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, yang sebelumnya dicabut sebagai bagian dari kesepakatan yang dicapai kedua negara bulan lalu—yang dikenal sebagai nota kesepahaman.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan AS bahwa mereka harus "mengharapkan penutupan jalur ekspor minyak dan gas lainnya yang melayani kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya".

Mereka tidak menjelaskan jalur mana yang mungkin terpengaruh.

Seiring berlanjutnya sengketa atas Selat Hormuz, terjadi kenaikan tajam harga minyak secara global yang dipicu oleh lalu lintas kapal tanker yang praktis terhenti di jalur pelayaran utama tersebut.

Topik Menarik