Sering Dilewatkan Pasutri, Benarkah Tes HSG Jadi Penentu Keberhasilan Promil?

Sering Dilewatkan Pasutri, Benarkah Tes HSG Jadi Penentu Keberhasilan Promil?

Terkini | okezone | Kamis, 16 Juli 2026 - 22:00
share

JAKARTA — Banyak pasangan suami istri yang mendambakan momongan rela merogoh kocek dalam-dalam demi menjalani berbagai pengobatan hingga membeli aneka suplemen kesuburan. Namun, ada satu hal mendasar yang terkadang dilewatkan, yakni pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG).

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Fajar Alam dalam unggahan video di akun Instagramnya mengungkapkan bahwa pemeriksaan HSG memegang peranan yang sangat krusial dalam program kehamilan. HSG merupakan metode rontgen khusus yang digunakan secara spesifik untuk mendeteksi ada atau tidaknya sumbatan pada saluran telur (tuba falopi).

"Percuma kalau ini tidak dilakukan, sudah melakukan pengobatan banyak-banyak, terus sudah beli obat suplemen macam-macam, tapi enggak tahu saluran telur saya itu tersumbat atau enggak. Ini penting sekali,” kata dr. Fajar, dikutip Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, pemeriksaan ini menjadi langkah penyaringan (screening) yang sangat efektif untuk mengetahui kondisi saluran reproduksi wanita sejak dini. Tanpa mengetahui kepastian kondisi saluran telur, pengobatan kesuburan yang dijalani berisiko tidak tepat sasaran.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rasa tidak nyaman yang muncul saat HSG sebenarnya hanya berlangsung sangat singkat dan lebih dipicu oleh efek terkejut, bukan rasa sakit yang tak tertahankan. Proses ini terjadi ketika cairan kontras dimasukkan ke dalam rahim sebelum foto rontgen diambil.

“Sakitnya tuh cuman sebentar, satu detik. Sakitnya itu hanya sekedar kaget sebetulnya, bukan sakit, saat dimasukkan cairan kontras sebelum difoto rontgen ya. Jadi, ini enggak masalah, tapi very worth it untuk dilakukan," katanya.

Melansir dari Cleveland Clinic, ada beberapa tips yang bisa dilakukan seorang perempuan agar siap menjalani HSG. Jarak ideal jadwal pelaksanaan HSG yang dilakukan biasanya 10 hari sejak kita memutuskan untuk melakukan HSG. Jangka waktu tersebut biasanya dilakukan sebelum masa ovulasi untuk meminimalisir kehamilan saat proses tes dilakukan. 

Sebelumnya melakukan HSG, kamu bisa memberitahukan beberapa hal terkait kondisi kesehatan kamu kepada tenaga medis yang menangani. Seperti adanya alergi terhadap yodium dan zat kontras, infeksi panggul atau infeksi menular seksual, kemungkinan sedang hamil serta mengalami pendarahan vagia yang cukup berat.

Topik Menarik