Diapresiasi DPR, Realisasi Anggaran BSN 2025 Capai 99,3 Persen dan Raih Opini WTP BPK
JAKARTA, iNews.id – Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatat realisasi eksekusi anggaran fantastis sebesar 99,13 persen serta menyumbang surplus Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga mencapai 120,04 persen dari target.
Laporan kinerja anggaran yang moncer ini dipaparkan langsung jajaran pimpinan BSN dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis (16/7/2026). Rapat tersebut mengupas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) APBN 2025 serta Ringkasan Eksekutif Kinerja Anggaran dan Akuntabilitas BSN.
Lonjakan realisasi PNBP yang melebihi target ini menjadi indikator positif atas kian tingginya kepercayaan dunia usaha dan industri nasional terhadap layanan standardisasi di Indonesia.
Tata kelola anggaran yang efisien dan transparan ini juga mengantarkan BSN kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan tahun 2025.
Raihan opini tertinggi dari BPK ini membuktikan kepatuhan penuh seluruh satuan kerja di bawah BSN terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan.
Bursa Pelatih di Liga Italia: Sarri Resmi Latih Atalanta, Amorim ke Milan dan Allegri ke Napoli?
Kepala BSN, Donny Purnomo, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus menjaga tren positif ini guna memperkuat fondasi perekonomian domestik.
"Seluruh capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat peran BSN dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, peningkatan daya saing produk Indonesia, serta mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang maju melalui penerapan standardisasi yang berkualitas," tutur Donny Purnomo, Kamis (16/7/2026).
Melalui hasil evaluasi positif dari parlemen ini, BSN berkomitmen untuk terus mengoptimalkan sinergi dengan sektor industri kecil dan menengah (IKM) agar penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat merata dan meningkatkan nilai jual produk lokal di pasar global.
Mendengar pemaparan tersebut, jajaran anggota Komisi VII DPR memberikan apresiasi mendalam terhadap efektivitas program-program BSN.
Anggota legislatif menilai kinerja anggaran yang tinggi ini sangat krusial dalam memperkuat infrastruktur mutu guna mendongkrak daya saing produk lokal di kancah internasional.










