Perbandingan Kisaran Gaji UMR Indonesia dengan Vietnam dan Filipina
JAKARTA – Perbandingan kisaran gaji UMR Indonesia dengan Vietnam dan Filipina. Besaran gaji menunjukan adanya perbedaan signifikan baik dari sisi nominal, struktur penetapan, maupun tingkat disparitas antarwilayah pada 2026.
Indonesia: UMP Tertinggi Tembus Rp5,7 Juta
Di Indonesia, upah minimum provinsi (UMP) ditetapkan berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan. Pemerintah menggunakan formula yang mencakup inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta indeks tertentu (Alfa) yang berada pada rentang 0,5 hingga 0,9.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat disparitas cukup lebar antarwilayah. DKI Jakarta mencatat UMP tertinggi secara nasional sebesar Rp5,72 juta per bulan. Sementara itu, Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan UMP terendah yakni sekitar Rp2,31 juta per bulan.
Dari sisi pertumbuhan, Sulawesi Tengah mencatat kenaikan upah tertinggi sebesar 9,08 persen, sedangkan Papua Tengah tidak mengalami perubahan atau 0 persen. Di tingkat kabupaten/kota, Kota Bekasi mencatat upah minimum tertinggi di Jawa Barat dengan nilai Rp5.994.443 per bulan.
Vietnam: Upah Minimum Naik hingga 7,2 Persen
Sementara itu di Vietnam, pemerintah menetapkan kenaikan upah minimum regional sebesar VND 250.000 hingga VND 350.000 per bulan atau sekitar US$9,5–13,3 mulai 1 Januari 2026. Kenaikan tersebut setara rata-rata 7,2 persen dibandingkan ketentuan sebelumnya.
Upah minimum dibagi ke dalam empat wilayah berdasarkan tingkat perkembangan ekonomi dan biaya hidup. Wilayah 1, yang mencakup kota besar seperti Hanoi, Ho Chi Minh City, Hai Phong, dan Da Nang, memiliki upah minimum sekitar VND 4,96 juta per bulan.
Wilayah 2 berada di kisaran VND 4,41 juta, wilayah 3 sekitar VND 3,86 juta, dan wilayah 4 sekitar VND 3,45 juta per bulan. Kebijakan ini ditetapkan melalui Keputusan Pemerintah No. 293/2025/ND-CP yang memperbarui klasifikasi wilayah upah minimum.
Filipina: Rata-rata Gaji Rp18–21 Juta Setara Peso
Di Filipina, pendapatan rumah tangga rata-rata tercatat sekitar ₱22.250 per bulan, dengan ketimpangan yang cukup tinggi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Salah satu sumber pendapatan penting bagi banyak keluarga berasal dari kiriman pekerja migran Filipina (OFW).
Secara umum, gaji rata-rata pekerja berada pada kisaran ₱18.435 hingga ₱21.544 per bulan. Namun, angka tersebut bervariasi tergantung lokasi dan sektor pekerjaan.
Di Metro Manila, pendapatan rata-rata lebih tinggi yakni sekitar ₱30.000 hingga ₱35.000 per bulan. Sektor seperti business process outsourcing (BPO) dan teknologi informasi mencatat gaji sekitar ₱25.000 hingga ₱40.000 per bulan.
Berdasarkan tingkat pengalaman, gaji di Filipina terbagi menjadi tingkat awal sekitar ₱15.000–₱30.000, tingkat menengah ₱35.000–₱60.000, dan tingkat senior mencapai ₱70.000 hingga lebih dari ₱150.000 per bulan, terutama di sektor TI, keuangan, dan teknik.
Secara umum, Indonesia menerapkan sistem upah minimum berbasis wilayah provinsi dan kabupaten/kota dengan kisaran tertinggi di atas Rp5 juta. Vietnam menggunakan sistem upah minimum regional berbasis empat zona ekonomi dengan nominal sekitar VND 3,45 juta hingga VND 4,96 juta.
Sementara itu, Filipina memiliki struktur yang lebih fleksibel dengan kombinasi upah minimum regional dan gaji pasar yang di beberapa sektor perkotaan dapat mencapai puluhan ribu peso per bulan.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa ketiga negara memiliki pendekatan berbeda dalam menentukan standar upah, yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, struktur industri, dan disparitas wilayah masing-masing.








