Wall Street Pekan Depan: IPO SpaceX Jadi Sorotan, Investor Waspadai Euforia Pasar

Wall Street Pekan Depan: IPO SpaceX Jadi Sorotan, Investor Waspadai Euforia Pasar

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 7 Juni 2026 - 06:20
share

IDXChannel - Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana SpaceX menjadi agenda besar bagi pasar saham Amerika Serikat (AS) pekan depan. Namun, investor juga mewaspadai kemungkinan euforia berlebihan.

Melansir Reuters, indeks saham turun pada Jumat, di mana data ketenagakerjaan yang kuat memicu kekhawatiran kebijakan moneter yang hawkish dan saham semikonduktor merosot setelah kenaikan tajam. Indeks acuan S&P 500 (.SPX) mencatat penurunan mingguan setelah sembilan minggu berturut-turut mengalami kenaikan.

Meski demikian, S&P 500 masih naik sekitar 8 persen pada 2026, termasuk rebound 16 persen sejak titik terendahnya di akhir Maret tahun ini.

Minggu depan, investor juga akan menilai data terbaru terkait harga konsumen dan produsen, setelah laporan ketenagakerjaan memicu kekhawatiran Federal Reserve akan fokus menekan inflasi, yang berpotensi menyebabkan kenaikan suku bunga.

Pekan mendatang juga menghadirkan laporan kinerja dari perusahaan-perusahaan kunci di sektor teknologi, yang telah mendorong lonjakan pasar baru-baru ini meskipun penutupan minggu yang kurang baik.

Beberapa investor telah bersiap menghadapi jeda setelah reli tajam. Risiko termasuk perang AS-Iran serta potensi lonjakan kembali harga energi jika ketegangan di Timur Tengah meningkat.

SpaceX Jadi Sorotan

SpaceX milik Elon Musk menargetkan dapat menghimpun dana sebesar USD75 miliar (sekitar Rp1.352 triliun). Jika target tersebut tercapai, IPO SpaceX akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

SpaceX juga diperkirakan memiliki valuasi mencapai USD1,75 triliun (atau sekitar Rp31.553 triliun), menjadikannya salah satu perusahaan publik paling bernilai di dunia.

Perusahaan telah memulai roadshow investor pada Kamis (4/6/2026), dengan penetapan harga yang ditetapkan pada 11 Juni. Perdagangan saham akan dimulai di Nasdaq keesokan harinya.

Perusahaan ini memiliki portofolio bisnis yang tidak biasa dan beragam, termasuk roket, komunikasi satelit, dan komputasi AI. Dengan keterlibatan Musk, pemimpin Tesla dan orang terkaya di dunia, valuasi SpaceX sulit ditentukan dan menurut beberapa ukuran telah mencapai tingkat yang sangat tinggi. 

Perusahaan mencatat kerugian bersih sebesar USD4,94 miliar pada 2025, meskipun pendapatan naik 33 persen menjadi USD18,67 miliar.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik