Ngeri! Wanita 52 Tahun Kena Kanker Kulit Karena Sering Menicure

Ngeri! Wanita 52 Tahun Kena Kanker Kulit Karena Sering Menicure

Gaya Hidup | okezone | Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:14
share

JAKARTA - Perawatan kuku dengan cat gel dan lampu UV memang menjadi tren kecantikan yang digemari banyak wanita. Namun, sebuah laporan medis mengungkap kasus mengejutkan seorang wanita berusia 52 tahun didiagnosis mengalami kanker kulit di punggung tangan setelah bertahun-tahun rutin melakukan manicure menggunakan lampu ultraviolet (UV).

Kasus ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah National Library of Medicine oleh peneliti Madison C. Ratycz, Joyce A. Lender, dan Lorie D. Gottwald. Laporan tersebut menyoroti potensi risiko paparan sinar UV jangka panjang dari lampu pengering kuku yang umum digunakan di salon kecantikan.

Pasien yang merupakan wanita berkulit terang itu datang ke dokter kulit setelah mengalami kemunculan banyak bercak kasar dan kemerahan pada kedua punggung tangannya selama sekitar satu tahun. Sebelumnya, ia sempat menjalani terapi pembekuan (cryotherapy), tetapi keluhannya tidak membaik.

Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter menemukan lebih dari 25 lesi prakanker kulit atau keratosis aktinik (actinic keratosis) pada kedua tangannya. Hasil biopsi juga menunjukkan adanya dua kasus karsinoma sel skuamosa in situ, yakni salah satu bentuk awal kanker kulit.

Yang menarik perhatian para dokter adalah lokasi kelainan tersebut hanya ditemukan pada punggung tangan. Sementara pemeriksaan kulit di bagian tubuh lain tidak menunjukkan adanya kanker maupun lesi prakanker.

Setelah dilakukan penelusuran riwayat kesehatan, pasien mengaku rutin melakukan manicure menggunakan lampu UV setiap tiga minggu sekali selama 18 tahun. Selain itu, ia juga memiliki kebiasaan menggunakan tanning bed atau alat penggelap kulit buatan setiap minggu selama periode yang sama sebelum berhenti dua tahun sebelumnya.

Dampak Sinar UV ke Kulit

Menurut para peneliti, mereka tidak dapat menyimpulkan secara pasti bahwa lampu kuku UV menjadi penyebab langsung kanker kulit yang dialami pasien. Namun, pola kelainan yang hanya muncul di area tangan menimbulkan dugaan bahwa paparan sinar UVA dari lampu manicure turut berkontribusi terhadap kerusakan kulit yang terjadi.

"Kombinasi penggunaan lampu kuku UV dalam jangka panjang dan paparan UVA dari tanning bed kemungkinan meningkatkan risiko pada pasien ini," tulis para peneliti dalam laporannya.

Meski demikian, sebagian besar penelitian yang telah dilakukan sejauh ini menunjukkan bahwa risiko kanker akibat penggunaan lampu kuku UV tergolong rendah. Beberapa studi bahkan menyebut paparan sinar dari lampu tersebut setara dengan tambahan paparan sinar matahari selama beberapa menit saja setiap hari.

Namun para ahli tetap mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi risikonya, terutama bagi mereka yang sering melakukan manicure gel dalam jangka panjang atau memiliki faktor risiko kanker kulit lainnya.

Untuk mengurangi paparan sinar UV saat manicure, dokter kulit merekomendasikan penggunaan tabir surya pada tangan sekitar 30 menit sebelum perawatan dilakukan. Selain itu, sarung tangan khusus manicure tanpa ujung jari juga dapat digunakan untuk melindungi sebagian besar permukaan kulit tangan dari radiasi UV.

Peneliti menegaskan bahwa edukasi mengenai penggunaan lampu UV yang aman perlu ditingkatkan, baik oleh tenaga medis maupun salon kecantikan. Langkah sederhana seperti penggunaan sunscreen dan perlindungan tambahan pada tangan dinilai dapat membantu meminimalkan risiko kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang.

Topik Menarik