Era AI Ubah Dunia Kerja, Sekolah dan Kampus Diminta Perkuat Kompetensi
JAKARTA - Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) tidak hanya mengubah cara perusahaan bekerja, tetapi juga mengubah keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Karena itu, sekolah dan perguruan tinggi dinilai perlu menyiapkan generasi muda dengan kompetensi baru yang lebih relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Direktur Digital Business PERURI Farah Fitria Rahmayati menilai kemampuan menggunakan AI saja tidak cukup. Generasi muda juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis agar mampu menilai, memilih, dan menggunakan informasi secara tepat.
“AI mampu membantu mempercepat proses analisis dan memberikan berbagai rekomendasi berbasis data. Namun pada akhirnya manusia tetap menjadi pihak yang menentukan bagaimana informasi tersebut digunakan untuk menyelesaikan permasalahan nyata. Karena itu, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting di era AI,” ujar Farah dalam ajang BRAVO 500 Summit 2026 di Jakarta. Forum tersebut mempertemukan pimpinan perusahaan, regulator, institusi pendidikan, dan pelaku industri untuk membahas percepatan transformasi digital nasional.
Dunia Kerja Tak Lagi Cukup Andalkan Nilai Akademik
Farah menjelaskan, kebutuhan industri saat ini mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya perusahaan lebih menekankan penguasaan teori dan pengetahuan teknis, kini mereka mencari talenta yang mampu mengombinasikan teknologi dengan kemampuan analitis dan pemecahan masalah.
PERURI menilai ada lima kompetensi utama yang perlu diperkuat sejak di bangku sekolah dan kuliah, yaitu Data literacy, AI literacy, Digital product mindset, Security dan governance hingga Critical thinking dan problem solving
Farah menekankan bahwa pengembangan kompetensi tersebut tidak bisa dibebankan kepada sekolah atau kampus saja. Diperlukan kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan dunia usaha agar kurikulum serta proses pembelajaran selaras dengan kebutuhan industri.
“Kolaborasi antara pendidikan dan industri menjadi kunci agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang sangat cepat,” katanya.
AI Jadi Tantangan Sekaligus Peluang
Duet Niki dan Ziva Magnolya di Grand Final Indonesian Idol XIV Sukses Bikin Emosi Meledak!
Menurut PERURI, pemanfaatan AI dan integrasi data yang tepat dapat menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mencetak talenta digital unggul. Dengan keterampilan yang sesuai, generasi muda Indonesia diharapkan mampu bersaing di tingkat global sekaligus mendukung percepatan transformasi digital nasional.
Pesan utama dari forum tersebut adalah bahwa di era AI, kemampuan teknis tetap penting, tetapi kemampuan berpikir kritis, memahami data, dan menyelesaikan masalah nyata akan menjadi pembeda utama bagi lulusan sekolah dan perguruan tinggi di masa depan.









