Akses Sekolah Sulit, Yunus Panie Desak Pembangunan SMP di Oeine

Akses Sekolah Sulit, Yunus Panie Desak Pembangunan SMP di Oeine

Terkini | okezone | Rabu, 20 Mei 2026 - 17:53
share

ROTE NDAO - Di ujung barat laut Pulau Rote, anak-anak di Dusun Oeine masih dihadapkan pada pilihan sulit untuk melanjutkan pendidikan: menempuh perjalanan jauh ke wilayah lain atau berhenti setelah lulus sekolah dasar. Pada saat bersamaan, layanan kesehatan dasar di dusun yang berada di Desa Lidor, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, itu belum berjalan optimal karena akses menuju fasilitas kesehatan masih terbatas.

Ketiadaan sekolah menengah pertama (SMP) membuat lulusan sekolah dasar harus keluar wilayah untuk melanjutkan pendidikan. Padahal, di desa tersebut telah berdiri empat sekolah dasar yang setiap tahun meluluskan puluhan siswa. Tahun ini saja, tercatat 73 siswa menyelesaikan pendidikan dasar.

“Kami berharap dibangun SMP di sini, lengkap dengan fasilitas pendukungnya. Anak-anak selama ini harus pergi jauh hanya untuk melanjutkan sekolah,” ungkap Agustinus Elodea, warga setempat.

Persoalan pendidikan itu mendapat perhatian Yunus Panie. Menurut anggota DPRD Rote Ndao dari Partai Perindo itu, akses pendidikan di wilayah pelosok tidak boleh menjadi penghalang masa depan generasi muda.

Ketua Fraksi Ita Esa DPRD Rote Ndao itu menyatakan akan mendorong pembangunan SMP beserta sarana pendukungnya agar anak-anak di Dusun Oeine memperoleh akses pendidikan yang lebih dekat dan layak.

“Pendidikan menyangkut masa depan generasi muda. Anak-anak di wilayah ini harus punya kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa terbebani jarak,” ujar Yunus, Rabu (20/5/2026).

Dia memastikan akan membawa kebutuhan tersebut ke pembahasan di DPRD agar dapat masuk dalam rencana pembangunan dan alokasi anggaran daerah. “Saya akan bawa ke sidang dewan untuk diperjuangkan alokasi anggarannya,” katanya.

 

Selain pendidikan, layanan kesehatan juga menjadi persoalan mendesak. Warga mengeluhkan Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah tersebut belum berfungsi optimal karena akses jalan menuju lokasi masih terbatas.

Merespons kondisi itu, Yunus menyatakan akan mendesak perpanjangan jalan sekitar satu kilometer menuju lokasi Pustu agar fasilitas kesehatan tersebut dapat kembali diaktifkan dan lebih mudah dijangkau masyarakat. “Ini kebutuhan dasar. Saya pastikan suara warga akan terdengar dan diperjuangkan sampai terwujud,” tegasnya.

Perhatian terhadap layanan kesehatan juga diwujudkan melalui pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga. Menurut Yunus, pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas pembangunan di wilayah pelosok karena keduanya menentukan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.

Topik Menarik