Serangan Israel Tak Berhenti, Dubes Palestina: Perjuangan Tak Akan Berhenti Sampai Merdeka!

Serangan Israel Tak Berhenti, Dubes Palestina: Perjuangan Tak Akan Berhenti Sampai Merdeka!

Terkini | okezone | Senin, 18 Mei 2026 - 21:30
share

JAKARTA - Serangan Israel ke Palestina tak berhenti meski gencatan senjata telah diumumkan beberapa waktu lalu. Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, menegaskan perjuangan bangsa Palestina juga tidak akan berhenti sampai merdeka.

Pernyataan itu disampaikan Abdalfatah usai menghadiri peringatan Hari Nakba di Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina untuk Indonesia, Jakarta, Senin (18/5/2026). Nakba secara harfiah berarti bencana atau malapetaka dalam bahasa Arab.

Peristiwa Hari Nakba menandai pembersihan etnis serta pengusiran paksa, terhadap sedikitnya 700 ribu warga Arab Palestina dari tanah air mereka oleh Israel. Peristiwa kelam itu terjadi 78 tahun lalu, tepatnya pada 15 Mei 1948.

Warga Palestina dan masyarakat dunia memperingati Hari Nakba setiap tahun, sebagai bagian dari sejarah kelam penjajahan Israel atas Palestina. Hingga kini, penjajahan Israel terhadap Palestina masih terus berlangsung.

Sejak dimulainya konflik pada Oktober 2023, sedikitnya 70 ribu warga Palestina meninggal dunia dan 170 ribu lainnya luka-luka. Kemudian sejak gencatan senjata pada Oktober 2025, serangan Israel disebut tetap terjadi dan menewaskan sekitar 870 warga Palestina.

Abdalfatah memperkirakan serangan Israel tidak akan berhenti dan gencatan senjata tak lagi berarti. Terlebih, ada pernyataan dari salah satu menteri Israel yang ingin mencaplok seluruh wilayah Gaza.

“Israel tidak akan menghentikan pembunuhan di Gaza dan Tepi Barat. Orang-orang itu, saya tidak tahu, mungkin mereka sangat menyukai darah kami; mereka senang melihat darah kami. Kemarin salah satu menteri mereka berkata, ‘Kita harus menduduki seluruh Gaza dan mengusir rakyat Palestina dari rumah mereka serta membangun permukiman baru di Gaza.’ Dan tidak ada seorang pun di Israel yang mengutuk apa yang dia katakan,” ungkap Abdalfatah kepada awak media, termasuk iNews Media Group, di Kedubes Palestina, Jakarta, Senin (18/5/2026).

 

“Itu berarti semua pemimpin mereka mendukung pengusiran rakyat saya dari tanah mereka di Gaza dan membangun permukiman ilegal di tanah kami,” sambungnya.

Meski demikian, Abdalfatah menegaskan, Palestina tidak akan mundur sejengkal pun. Perjuangan akan terus berlanjut hingga Palestina berhasil merebut kembali tanah mereka dan merdeka.

“Perjuangan kami akan berlanjut, kami tidak akan berhenti. Dan seperti yang saya katakan, kami percaya bahwa negara saya akan merdeka. Palestina akan merdeka. Jika mereka membunuh 100 ribu orang lagi dari rakyat saya, rakyat Palestina lainnya akan terus berjuang untuk melihat Palestina merdeka,” tegas Abdalfatah.

Ia juga menilai dukungan dunia terhadap Palestina semakin besar. Abdalfatah menyebut perubahan sikap politik global, termasuk di Amerika Serikat, menjadi harapan baru bagi perjuangan Palestina.

“Lihatlah dunia sekarang. Seluruh dunia telah berubah sekarang. Lihatlah situasi di dalam Amerika, situasi antara Eropa dan Amerika, lihatlah situasi di NATO, lihatlah bagaimana situasi ekonomi di dunia. Saya pikir kita akan segera melihat Timur Tengah yang baru, tetapi itu akan baik untuk Palestina, bukan untuk Israel. Karena ini adalah tanah bersejarah kami dan seluruh dunia mulai mendukung Palestina,” pungkasnya.

Topik Menarik