Kasus Dugaan Penganiayaan di Daycare Little Aresha, Pengawasan Sekolah dan Orangtua Jadi Kunci
JAKARTA – Kasus dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Yogyakarta, menjadi perhatian publik dan memicu kekhawatiran banyak orang tua terhadap keamanan tempat penitipan anak.
Dugaan kekerasan terhadap balita yang mencuat melalui laporan orang tua dan rekaman pengawasan itu kembali membuka diskusi soal standar pengawasan, kualitas pengasuh, hingga perlindungan anak di lingkungan daycare.
Kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah keluarga korban mengungkap dugaan tindak kekerasan yang dialami anak mereka selama berada di daycare. Peristiwa itu kemudian memunculkan tuntutan agar pengawasan terhadap tempat penitipan anak diperketat, termasuk soal sistem keamanan dan pelatihan tenaga pengasuh.
Psikolog anak dan pemerhati pendidikan usia dini pun mulai menyoroti pentingnya keterbukaan antara pihak daycare dan orang tua, terutama terkait aktivitas harian anak selama berada di lingkungan penitipan.
Founder of Apple Tree Pre-School Indonesia, Linda Lim mengatakan rasa aman menjadi salah satu faktor utama dalam pendidikan anak usia dini.
“Sejak awal, kami selalu memegang tagline ‘anak anda merupakan prioritas kami’. Kami ingin menghadirkan lingkungan terbaik yang mampu menjadi fondasi masa depan anak, baik dari sisi pendidikan, karakter, maupun rasa aman,” ujar Linda Lim.
Apple Tree Pre-School Senayan berlokasi di Jalan Hang Lekir dan melayani anak usia 18 bulan hingga tingkat playgroup. Selain program belajar reguler, sekolah ini juga menyediakan layanan penitipan anak bagi orang tua bekerja.
Center Director of Apple Tree Pre-School Senayan, Angela Merici mengatakan sistem pengawasan menjadi bagian penting dalam operasional daycare, terutama di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kasus kekerasan anak.
“Kami menerapkan sistem pengawasan menyeluruh melalui CCTV yang dipantau langsung oleh kepala sekolah dan supervisor. Selain itu, seluruh staf juga mendapatkan pelatihan child protection dan positive discipline secara berkala,” ujar Angela Merici.
Menurut Angela, rasio guru dan anak juga dijaga agar pengawasan terhadap peserta didik dapat berjalan optimal. Sementara itu, Center Principal of Apple Tree Pre-School Senayan, Puspita Andayani mengatakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman menjadi kebutuhan utama anak usia dini.
“Kami menghadirkan suasana belajar yang nurturing dan personal. Anak-anak bukan hanya belajar, tetapi juga merasa aman, nyaman, dan dicintai selama berada di lingkungan sekolah,” kata Puspita Andayani.
Di sisi lain, Konselor Mella Noviani menilai komunikasi terbuka antara sekolah dan orang tua dapat membantu mendeteksi persoalan anak sejak dini, termasuk perubahan perilaku maupun kondisi emosional anak.
“Melalui open-door policy dan laporan harian online, orang tua dapat memantau perkembangan fisik maupun emosional anak setiap hari. Dengan komunikasi yang terbuka, potensi masalah dapat dideteksi lebih dini,” jelas Mella Noviani.
Kasus Little Aresha sendiri kini masih menjadi perhatian publik dan memunculkan desakan agar standar keamanan daycare di Indonesia semakin diperketat, mengingat meningkatnya kebutuhan keluarga urban terhadap layanan penitipan anak.










