DPR: Pendidikan Bukan Hanya untuk Segelintir tapi Hak Seluruh Anak Bangsa

DPR: Pendidikan Bukan Hanya untuk Segelintir tapi Hak Seluruh Anak Bangsa

Nasional | okezone | Jum'at, 8 Mei 2026 - 19:13
share

BANDUNG BARAT - Pendidikan bukan hanya untuk segelintir, melainkan hak seluruh anak bangsa. Oleh karenanya, seluruh anak Indonesia yang kurang mampu berhak mendapatkan fasilitas hingga bantuan pendidikan dari pemerintah.

Demikian disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv saat menyambangi Sekolah Luar Biasa (SLB) ABC YPLAB, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Rajiv bersilaturahmi dengan para guru dan orang tua murid sekaligus menyalurkan 50 Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa-siswi di sekolah tersebut.

"Pendidikan bukan hanya hak segelintir anak, melainkan hak seluruh anak bangsa. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan pendidikan sekaligus menambah semangat belajar anak-anak berkebutuhan khusus," ujar Rajiv, Jumat (8/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Rajiv berinteraksi langsung dengan para siswa. Dia mengungkapkan rasa bahagianya dapat bertemu langsung dengan para siswa. Menurutnya, melihat anak-anak belajar, bermain, dan tumbuh seperti anak-anak lainnya merupakan kebahagiaan tersendiri.

"Untuk anak-anakku di SLB ABC YPLAB, senang rasanya hari ini kita bisa bertemu langsung. Melihat kalian menikmati masa sekolah, belajar, bermain, dan tumbuh penuh semangat sebagaimana anak-anak lainnya," ungkap Rajiv.

Namun tidak hanya kepada para siswa, Rajiv juga memberikan apresiasi khusus kepada para orang tua murid. Ia menilai, mendampingi anak berkebutuhan khusus membutuhkan kekuatan hati, kesabaran, dan ketulusan yang besar.

“Teruntuk para orang tua murid, kalian adalah orang tua-orang tua hebat yang terus mendampingi, menguatkan, dan memperjuangkan masa depan anak-anak dengan penuh kasih sayang dan ketulusan. Semoga setiap ikhtiar yang dilakukan menjadi jalan hadirnya masa depan yang lebih baik bagi putra-putri tercinta,” ucapnya.

 

Rajiv juga menegaskan bahwa peran guru dan orang tua menjadi bagian penting dalam proses pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, kesabaran harus berjalan bersama dengan keikhlasan.

Dalam kesempatan tersebut, Rajiv juga merespons kebutuhan sekolah terkait kursi roda. Di hadapan guru dan orang tua murid, ia menyatakan siap membantu lebih dari jumlah yang diminta.

"Ibu kepala sekolah terkait permintaan kursi roda, jangan 4 kursi roda, besok saya kasih 5 kursi roda," tutup Rajiv.

Topik Menarik