Anwar Usman ke Hakim MK: Setiap Putusan Pasti Tambah Musuh

Anwar Usman ke Hakim MK: Setiap Putusan Pasti Tambah Musuh

Nasional | okezone | Senin, 13 April 2026 - 23:10
share

JAKARTA – Anwar Usman resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) setelah 15 tahun mengabdi. Dalam momen purnabakti, ia membagikan pesan kepada para hakim yang masih aktif.

Ia menekankan, bahwa setiap putusan hakim tidak akan pernah mampu memuaskan semua pihak.

“Seperti mohon maaf, adinda saya Prof. Saldi, pernah menelepon saya pada malam hari saat baru diangkat menjadi hakim, sambil menangis karena tidak tahan dibully,” kata Anwar Usman dalam acara wisuda purnabakti di MK, Senin (13/4/2026).

“Saya katakan, adinda, itulah risiko menjadi hakim. Risiko untuk menegakkan kebenaran, hukum, dan keadilan. Karena sampai kapan pun tidak akan ada hakim yang mampu memberikan putusan yang memuaskan semua pihak,” sambungnya.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan konsekuensi yang harus diterima setiap hakim dalam menangani perkara. Ia menyebut, setiap putusan yang dijatuhkan setidaknya akan menambah satu pihak yang tidak puas.

“Sesungguhnya hakim ketika menjatuhkan putusan, paling tidak menambah satu musuh. Tidak mungkin ada putusan yang memuaskan semua pihak, dari dahulu hingga sekarang,” ujarnya.

 

Anwar juga menyinggung kisah ulama besar Abu Hanifah yang menolak menjadi hakim karena beratnya tanggung jawab tersebut. Hal itu, menurutnya, menunjukkan bahwa profesi hakim sejak dulu memang penuh tantangan.

Dalam kesempatan itu, Anwar menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada seluruh jajaran Mahkamah Konstitusi. Ia menegaskan komitmennya selama menjabat untuk tetap teguh dalam menegakkan hukum.

“Saya tidak akan mundur selangkah pun dalam menegakkan kebenaran, hukum, dan keadilan karena itu adalah amanah Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tegasnya.

Topik Menarik