Kredit Nol Persen Haguet Diluncurkan, 3.000 UMKM Kalteng Siap Naik Kelas

Kredit Nol Persen Haguet Diluncurkan, 3.000 UMKM Kalteng Siap Naik Kelas

Nasional | inews | Senin, 13 April 2026 - 15:10
share

PALANGKA RAYA, iNews.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menghadirkan terobosan baru melalui skema kredit Huma Betang Unggul, Efisien, dan Tangguh (Haguet). Program ini menyasar 3.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor prioritas.

"Sasaran program ini mencakup sekitar 3.000 pelaku usaha di sektor prioritas, seperti pangan lokal, perikanan, olahan, ekonomi kreatif serta hilirisasi produk desa, dengan plafon kredit maksimal hingga Rp50 juta per debitur," kata Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Darliansjah, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, program ini difokuskan pada sektor strategis seperti pangan lokal, perikanan, produk olahan, ekonomi kreatif, hingga hilirisasi produk desa. Setiap pelaku usaha berkesempatan memperoleh pembiayaan hingga Rp50 juta dengan skema yang sangat ringan. Menariknya, kredit Haguet menawarkan bunga nol persen bagi debitur.

Skema tersebut menggunakan sistem subsidi dan berbagi risiko, di mana bunga kredit sebesar enam persen per tahun ditanggung bersama oleh pemerintah daerah melalui APBD dan pihak perbankan, khususnya Bank Kalteng.

“Dengan demikian, pelaku UMKM hanya perlu mengembalikan pokok pinjaman tanpa dibebani bunga. Tak hanya pembiayaan, program ini juga dilengkapi dengan jaminan kredit hingga 70 persen melalui PT Jamkrida Kalteng, serta pendampingan usaha secara menyeluruh mulai dari sebelum hingga setelah pencairan dana,” ujarnya.

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan keberlanjutan usaha para pelaku UMKM. Pemerintah juga menyiapkan sistem digital berbasis dashboard untuk memantau penyaluran kredit, performa usaha, hingga potensi risiko kredit macet secara real time.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola program berbasis data. Secara ekonomi, program Haguet diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah hingga Rp225 miliar dan membuka lapangan kerja bagi 6.000 hingga 9.000 orang.

Skema Haguet sekaligus menjadi solusi atas berbagai kendala klasik UMKM di Kalteng, seperti keterbatasan akses kredit formal, tingginya biaya pinjaman, hingga persoalan agunan dan pembukuan usaha yang belum memadai.

“Dengan pendekatan terintegrasi mulai dari pembiayaan, penjaminan, hingga pendampingan, pemerintah optimistis program Haguet mampu mendorong UMKM Kalteng naik kelas dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” katanya.

Topik Menarik