Wajah Baru Terminal 2 Soekarno-Hatta Usai Renovasi, Siap Layani Haji dan Umrah

Wajah Baru Terminal 2 Soekarno-Hatta Usai Renovasi, Siap Layani Haji dan Umrah

Ekonomi | okezone | Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:10
share

JAKARTA — Renovasi Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta menghadirkan wajah baru yang lebih modern dan fungsional, sekaligus tetap mempertahankan nuansa nostalgia bagi banyak penumpang. Perubahan ini tidak hanya menyegarkan tampilan fisik, tetapi juga mempermudah alur penumpang, memperluas akses area komersial, dan menata operasional terminal khusus haji dan umrah.

Traveler influencer Wira Nurmansyah menilai suasana bandara saat ini menjadikannya lebih terang, terbuka, serta bersih.

“Buat saya pribadi, ini upgrade yang signifikan karena Terminal 2 terasa lebih relevan dengan kebutuhan penumpang, baik dari sisi estetika maupun kenyamanan,” sebutnya, Sabtu (14/3/2026).

Menurut salah satu penggemar dunia penerbangan (avgeek), Benedictus Nathaniel, perubahan paling terasa bukan pada tampilan fisik secara drastis, melainkan pada kebijakan akses dan tata kelola ruang.

“Kalau dulu, akses ke sisi dalam terminal itu tidak sebebas sekarang, karena ada dua lapis security checkpoint: satu di depan sebelum masuk ke check-in, satu lagi di belakang sebelum masuk ke *boarding gate,” ujarnya.

Kini, area komersial tidak lagi eksklusif hanya untuk penumpang. Pengantar dan pengunjung bisa menikmati tenant yang ada di dalam. Toko dan F&B mendapat potensi penjualan lebih luas, penumpang tidak merasa terlalu dibatasi, dan pengantar pun memiliki ruang untuk menunggu dengan nyaman.

Perubahan ini membuat Terminal 2 terasa “slightly better”, bukan revolusi besar, tetapi peningkatan yang relevan dan manusiawi.

Sementara itu, Terminal 2F kini dipusatkan sebagai terminal khusus haji dan umrah. Pengaturan ini membuat arus penumpang lebih tertata, terutama saat musim ramai. Kombinasi antara renovasi fisik dan penyesuaian fungsi membuat operasional lebih efisien.

“Otomatis, kebijakan dan layout baru ini menguntungkan semua pihak: penumpang tidak ribet, pengantar punya pilihan baru untuk jalan-jalan di terminal, dan yang berjualan juga terbantu penjualannya karena bisa melayani pengantar juga,” sebutnya.

 

Selain desain dan renovasi, Wira menyoroti kemudahan alur penumpang di Terminal 2. “Dengan ruangan yang lebih lega, kepadatan di Terminal 2 terasa lebih terdistribusi dengan baik. Walaupun begitu, ada sedikit catatan untuk signage yang terlalu kecil sehingga agak membingungkan.”

Berbeda dengan terminal modern yang serba megah dan luas, Terminal 2 unggul dalam satu hal penting: human scale.

Eka Prakasa, avgeek lainnya, menyebut Terminal 2 sebagai terminal yang paling “manusiawi” di Soekarno-Hatta.

“Jarak dari pesawat ke baggage claim atau dari pintu masuk ke gate keberangkatan relatif singkat, sekitar 5–10 menit berjalan kaki. Tidak melelahkan, tidak membingungkan,” sebutnya.

Di tengah tren bandara global yang semakin besar dan futuristik, Terminal 2 menawarkan pengalaman lebih intim. Tidak terasa menakutkan, dan penumpang tidak harus berjalan terlalu jauh sambil menarik koper berat.

“Secara arsitektur, dia yang paling terasa ‘Indonesia banget’ dibandingkan Terminal 3; rasanya lebih cozy,” ucap Eka.

Renovasi memang membuat Terminal 2 lebih modern dan lebih “steril” dibanding sebelumnya. Namun karena keterbatasan struktur bangunan lama, perubahan arsitekturnya tidak seekstrim terminal generasi baru, yang justru menjadi daya tarik tersendiri.

Topik Menarik