PT SMI Bakal Terbitkan Obligasi hingga Rp10 Triliun pada 2026

PT SMI Bakal Terbitkan Obligasi hingga Rp10 Triliun pada 2026

Ekonomi | okezone | Rabu, 4 Maret 2026 - 08:17
share

JAKARTA - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) akan menerbitkan obligasi senilai Rp8–Rp10 triliun sepanjang 2026. Penerbitan obligasi itu dalam penguatan pendanaan berkelanjutan seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan nasional.

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, mengatakan perseroan telah konsisten menerbitkan obligasi sejak 2018. Kali ini, perseroan akan memperluas kesempatan bagi publik untuk memiliki obligasi perseroan.  

"Jadi kita sudah terbitkan obligasi sejak 2018, tapi memang investornya sebagian besar korporasi, seperti perbankan, asuransi, hingga dana pinsiun. Saat kita ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat umum untuk bisa ikut menikmati penerbitan obligasi ini,” jelas Reynaldi dalam konfrensi pers di Jakarta dikutip, Rabu (4/3/2026).

Dia juga menjelaskan, keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting untuk memperluas kapasitas pendanaan pembangunan.

"Dengan memperbesar ruang partisipasi masyarakat, pembangunan dapat berlangsung lebih inklusif dan berkelanjutan tanpa bergantung pada satu atau dua sumber pembiayaan saja,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti menjelaskan, penerbitan obligasi ini akan diterbitkan secara bertahap sepanjang 2026. Di mana nilai obligasi yang diterbitkan berada di kisaran Rp8 – Rp10 triliun.

“Untuk rencana penerbitan obligasi tahun 2026 ini di kisaran Rp 8 triliun sampai Rp 10 triliun untuk penerbitannya,” paparnya.

 

Dia menambahkan diversifikasi pendanaan akan menjadi fokus strategis perseroan ke depan. 

Salah satunya dengan membuka ruang bagi masyarakat ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional.

"Maka itu dengan portofolio pembiayaan yang menghasilkan multiplier effect besar terhadap perekonomian, kami memastikan setiap upaya pendanaan tetap relevan dan selaras dengan kebutuhan pembangunan,” pungkasnya.

Topik Menarik