Libur Imlek 2026, Perputaran Uang Diprediksi Tembus Rp9 Triliun

Libur Imlek 2026, Perputaran Uang Diprediksi Tembus Rp9 Triliun

Ekonomi | okezone | Selasa, 17 Februari 2026 - 19:00
share

JAKARTA - Perputaran uang selama libur panjang Imlek tahun 2026 diprediksi mencapai Rp9 triliun lebih. Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang, perputaran uang selama libur Imlek tahun 2026 akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Hitung-hitungan Perputaran Uang Rp9 Triliun

Menurut Sarman, angka ini dihitung dari jumlah warga Indonesia keturunan Tionghoa di Indonesia yang mencapai 11,25 juta orang. Dengan asumsi satu keluarga terdiri dari rata-rata empat orang, maka terdapat sekitar 2.812.500 keluarga yang merayakan Imlek. Tradisi perayaan biasanya diisi dengan makan malam bersama dengan aneka hidangan khas, serta berbagi angpao kepada keluarga, kerabat, dan tamu.

"Jika setiap keluarga membelanjakan rata-rata Rp1 juta, maka potensi perputaran uang dari aktivitas ini mencapai sekitar Rp2,81 triliun," ujar Sarman dalam keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).

Selain itu, aktivitas perjalanan wisata maupun ziarah juga turut mendorong konsumsi. Jumlah pelaku perjalanan diperkirakan mencapai 3.369.820 orang.

Dengan asumsi pengeluaran rata-rata Rp500 ribu per orang, maka potensi perputaran uang mencapai sekitar Rp1,68 triliun.

Pada sektor transportasi udara, jumlah penumpang saat libur Imlek diperkirakan mencapai 1.744.820 orang. Dengan rata-rata pengeluaran Rp1 juta per orang, maka menghasilkan potensi transaksi sekitar Rp1,74 triliun. 

Sementara itu, penumpang kereta api diproyeksikan mencapai 1 juta orang dengan rata-rata harga tiket Rp150 ribu atau setara Rp150 miliar.

Adapun kereta cepat Whoosh dengan estimasi 25 ribu penumpang dan harga tiket rata-rata Rp250 ribu memberikan tambahan perputaran uang sekitar Rp6,25 miliar.

Dari sektor ritel, berdasarkan data Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), target transaksi selama periode Imlek hingga Ramadan dan Idulfitri mencapai Rp53,38 triliun. Jika diasumsikan lima persen di antaranya terjadi saat libur Imlek, maka potensi transaksi ritel pada periode ini sekitar Rp2,669 triliun.

"Dengan demikian, total potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp9,06 triliun," katanya.

Kendati demikian, nilai tersebut belum termasuk pengeluaran untuk tol, bahan bakar kendaraan pribadi, maupun transportasi laut dan penyeberangan.

 


Roda Ekonomi Bergerak

Menurut Sarman, perputaran uang selama perayaan dan libur imlek tahun ini akan menggerek konsumsi rumah tangga yang akan menjadi kontributor utama pertumbuhaan ekonomi nasional.

Tentu akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan di kisaran 5,5.

"Target ini optimis bisa tercapai karena selesai perayaan dan libur Imlek akan berlanjut bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1447H. Seperti kita ketahui momentum perayaan dan libur Idul Fitri merupakan perputaran uang terbesar di Indonesia dan menjadi puncak konsumsi rumah tangga terbesar di Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,5 menjadi modal besar untuk mencapai terget pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026 di kisaran 5,4-5,6.

Topik Menarik