Apa Itu MSCI? Bikin IHSG Anjlok Hampir 8 Persen
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 659,67 poin atau 7,35 persen ke level 8.320,56 setelah sempat mengalami trading halt karena anjlok 8 persen pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026).
Hal ini imbas pengumuman MSCI. Khusus pada perdagangan hari ini, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 8.596 dan terendah di level 8.187.
Lantas apa Itu MSCI?
Dikutip msci.com, Morgan Stanley Capital International (MSCI) merupakan penyedia indeks global yang menjadi acuan utama investor institusi dunia. Hal ini termasuk dana kelolaan raksasa seperti reksa dana global, dana pensiun, dan exchange traded fund (ETF).
Indeks MSCI digunakan untuk menentukan alokasi investasi lintas negara, salah satunya yakni klasifikasi suatu negara sebagai Developed Market, Emerging Market, atau Frontier Market.
MSCI juga berperan untuk membantu kliennya membuat keputusan untuk hasil investigasi yang lebih baik.
MSCI mencatat Asset Under Management (AUM) sebesar USD18,3 triliun.
Di mana terdapat sejumlah saham Indonesia yang masuk dalam indeks MSCI.
Saham-saham yang masuk biasanya memiliki kapitalisasi pasar yang tinggi, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), hingga PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA).
Pada penutupan perdagangan, Rabu (28/1/2026), terdapat 41 saham menguat, 787 saham melemah dan 130 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp45,2 triliun dari 57,6 miliar saham yang diperdagangkan.
Indeks LQ45 turun 7,26 persen ke 812, indeks JII turun 8,78 persen ke 561, indeks IDX30 turun 5,93 persen ke 417 dan indeks MNC36 turun 6,45 persen ke 328.
Kemudian indeks sektoral kompak berada di zona merah yaitu energi, konsumer siklikal, keuangan, bahan baku, transportasi, industri, teknologi, konsumer non siklikal, infrastruktur, properti, kesehatan.
Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers yaitu saham PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) naik 34,04 persen ke Rp252, PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR) naik 24,80 persen ke Rp780, dan saham PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) naik 24,74 persen ke Rp1.790.
Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) turun 15 persen ke Rp3.060, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) turun 15 persen ke Rp1.445 dan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) turun 15 persen di Rp595.








