Cerita Udang di Balik Batu RDMP Balikpapan: Ada Pihak yang Tidak Rela

Cerita Udang di Balik Batu RDMP Balikpapan: Ada Pihak yang Tidak Rela

Ekonomi | okezone | Senin, 12 Januari 2026 - 17:10
share

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan. Proyek ini sebelumnya penuh dinamika, bahkan sempat mengalami kebakaran.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menceritakan dinamika proyek RDMP Balikpapan. Padahal, proyek ini seharusnya sudah diresmikan pada awal Mei 2024.

"Tapi ini, Pak (Prabowo) terbakar. Ada bagian yang dibakar, saya tidak mengerti apakah dibakar sengaja atau karena faktor lain," ujar Bahlil saat peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Oleh karena itu, pada bulan Agustus lalu, ia memerintahkan Irjen ESDM yang juga menjabat Komisaris Pertamina untuk melakukan investigasi mendalam terhadap proyek RDMP Balikpapan. Ternyata, tegas Bahlil, memang ada pihak-pihak yang tidak ingin RDMP Balikpapan diresmikan.

"Barang ini, Pak, ada udang di balik batu. Masih ada pihak-pihak yang tidak rela jika kita punya cadangan dan swasembada energi, agar impor terus berlanjut. Kita harus hadapi dan menyelesaikannya dalam waktu tidak lama lagi, Pak," tegas Bahlil.

 

Bahlil mengatakan, proyek RDMP Balikpapan menelan biaya USD7,4 miliar atau setara Rp123 triliun. Sebagai RDMP terbesar di Indonesia, proyek ini meningkatkan produksi minyak dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.

"Ini ada yang bagus, Bapak Presiden. Dengan RDMP ini, kita bisa menghemat devisa kurang lebih Rp60 triliun lebih, karena bisa menambah 100 ribu barel. Dengan tambahan ini, kita bisa menghasilkan 5,8 juta kiloliter per tahun," ujarnya.

Topik Menarik