Bahlil Pamer Lifting 605 Ribu Barel di Hadapan Prabowo: 10 Tahun Tak Pernah Tercapai

Bahlil Pamer Lifting 605 Ribu Barel di Hadapan Prabowo: 10 Tahun Tak Pernah Tercapai

Ekonomi | okezone | Senin, 12 Januari 2026 - 16:50
share

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memamerkan capaian target lifting minyak di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Lifting minyak 2025 telah mencapai target APBN 2026.

"Sejak 10 tahun terakhir, lifting kita tidak pernah tercapai. Baru pada 2026, lifting minyak kita berhasil melampaui target APBN, yaitu 605,3 ribu barel per hari. Pada 2024, lifting mencapai 580 ribu barel, dan meningkat lagi di 2026," ujar Bahlil saat peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Lifting tersebut dapat dicapai berkat sejumlah terobosan, seperti aktivasi sumur idle, pengoptimalan sumur tua dengan teknologi, percepatan tender lapangan baru, dan implementasi mandatory B40. Target ini pun diperkirakan dapat tercapai lagi pada tahun ini, seiring dengan peresmian RDMP Balikpapan.

Bahlil melanjutkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan merupakan hasil kolaborasi BUMN, Pertamina, dan seluruh kementerian dalam rangka mendorong swasembada energi.

"Kami semua, para menteri dan pimpinan BUMN, pantang beristirahat sebelum energi Indonesia berdaulat, pantang memejamkan mata sebelum energi Indonesia mencapai swasembada," ujarnya.

Meski demikian, Bahlil menceritakan bahwa proyek RDMP Balikpapan penuh dinamika. Padahal, proyek ini seharusnya sudah diresmikan pada awal Mei 2024.

"Tapi ini, Pak (Prabowo) terbakar. Ada bagian yang dibakar, saya tidak mengerti apakah dibakar sengaja atau karena faktor lain," ujar Bahlil.

 

Oleh karena itu, pada bulan Agustus lalu, ia memerintahkan Irjen ESDM yang juga menjabat Komisaris Pertamina untuk melakukan investigasi mendalam terhadap proyek RDMP Balikpapan. Ternyata, tegas Bahlil, memang ada pihak-pihak yang tidak ingin RDMP Balikpapan diresmikan.

"Barang ini, Pak, ada udang di balik batu. Masih ada pihak-pihak yang tidak rela jika kita punya cadangan dan swasembada energi, agar impor terus berlanjut. Kita harus hadapi dan menyelesaikannya dalam waktu tidak lama lagi, Pak," tegas Bahlil.

Topik Menarik