Kisah Susy Susanti dan Alan Budikusuma, Peraih Emas Pertama Indonesia di Bulu Tangkis Olimpiade

Kisah Susy Susanti dan Alan Budikusuma, Peraih Emas Pertama Indonesia di Bulu Tangkis Olimpiade

Olahraga | okezone | Jum'at, 9 Januari 2026 - 14:59
share

KISAH Susy Susanti dan Alan Budikusma menarik untuk dibahas. Pasangan tersebut merupakan peraih emas pertama Indonesia di bulu tangkis Olimpiade.

Sejarah besar olahraga Indonesia tidak akan pernah bisa dilepaskan dari dua nama ikonik: Susy Susanti dan Alan Budikusuma. Tepat di Olimpiade Barcelona 1992, keduanya tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga mengukir kisah romansa yang melegenda.

Dijuluki sebagai Pasangan Emas Olimpiade, Susy dan Alan adalah pelopor yang membuka keran medali emas Indonesia di panggung tertinggi olahraga dunia.

Susy Susanti, atlet kelahiran Tasikmalaya 11 Februari 1971, memulai perjalanannya dari klub PB Tunas Tasikmalaya sebelum akhirnya hijrah ke Jakarta pada 1985. Kerja kerasnya membuahkan dominasi luar biasa di sektor tunggal putri, mulai dari menjuarai Indonesia Open 1989, membawa Indonesia meraih Piala Sudirman untuk pertama kalinya, hingga merajai All England empat kali berturut-turut pada periode 1990-1994.

1. Sejarah di Barcelona

Puncak karier Susy terjadi di Barcelona 1992, saat bulu tangkis untuk pertama kalinya dipertandingkan secara resmi di Olimpiade. Datang dengan status peringkat satu dunia, Susy memikul beban ekspektasi publik yang haus akan medali emas pertama.

Susy Susanti YouTube

Pada partai final, Susy berhasil menumbangkan wakil Korea Selatan, Bang Soo-hyun, melalui pertarungan sengit tiga set dengan skor 5-11, 11-5, dan 11-3. Hanya berselang satu jam setelah kemenangan Susy, sang kekasih, Alan Budikusuma, menyempurnakan sejarah tersebut di sektor tunggal putra.

Alan meraih emas kedua untuk Indonesia setelah memenangi All Indonesian Final melawan rekan senegaranya, Ardy B. Wiranata. Momen mengawinkan gelar juara inilah yang kemudian melahirkan julukan "Pasangan Emas" sekaligus mengukuhkan mereka sebagai pahlawan olahraga nasional.

 

2. Romansa Pelatnas yang Berakhir di Pelaminan

Di balik kesuksesan di lapangan, Susy dan Alan telah menjalin asmara sejak tahun 1988. Kedekatan mereka tumbuh karena intensitas pertemuan saat berlatih di Pelatnas PBSI.

Meski sempat muncul kekhawatiran bahwa hubungan tersebut dapat mengganggu fokus, Alan menegaskan bahwa prestasi adalah syarat mutlak untuk mendapatkan restu dari pelatih maupun orang tua. Terbukti, cinta justru menjadi energi tambahan bagi mereka untuk merajai podium dunia.

Alan Budikusuma

Setelah sembilan tahun berpacaran, pasangan ini akhirnya resmi menikah pada 9 Februari 1997. Tak lama setelah menikah, tepatnya pada 1998, Susy memutuskan untuk gantung raket dan fokus pada kehidupan keluarga.

Dari pernikahan ini, Susy dan Alan dikaruniai tiga orang anak: Laurencia Averina, Albertus Edward, dan Sebastianus Frederick. Meski telah pensiun, dedikasi keduanya terhadap bulu tangkis tak pernah padam, termasuk saat Susy menjabat sebagai Kabid Binpres PBSI periode 2016-2020 demi menjaga regenerasi atlet putri Indonesia.

Topik Menarik