5 Atlet Bulu Tangkis Indonesia yang Hijrah ke Luar Negeri karena Persaingan Ketat, Nomor 1 Bela Italia
INDONESIA dikenal sebagai pabrik talenta bulu tangkis dunia. Namun, ketatnya persaingan untuk menembus Pelatnas PBSI sering kali membuat banyak pemain berbakat harus mengambil keputusan sulit.
Demi menjaga karier internasional dan mewujudkan mimpi bermain di ajang besar seperti Olimpiade, beberapa atlet memilih untuk berpindah kewarganegaraan dan meninggalkan Indonesia. Penasaran siapa saja?
Berikut 5 Atlet Bulu Tangkis Indonesia yang Hijrah ke Luar Negeri karena Persaingan Ketat:
1. Taufiq Hidayat Akbar (Italia)
Memiliki nama yang hampir serupa dengan sang legenda, Taufiq Hidayat Akbar sempat mencoba peruntungannya di Eropa dengan membela Italia. Meski sempat berkiprah di sana selama beberapa tahun, kariernya di Negeri Pizza tersebut tidak terlalu menonjol.
Berdasarkan informasi terbaru, ia telah kembali ke Indonesia sejak tahun 2020 dan tetap mempertahankan statusnya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
2. Setyana Mapasa (Australia)
Setyana memilih Australia sebagai pelabuhan baru untuk mengembangkan kariernya di sektor ganda putri dan campuran. Meskipun sukses meraih beberapa gelar di turnamen level bawah, langkah Setyana untuk bersaing secara reguler di turnamen prestisius seperti BWF World Tour atau Olimpiade masih menemui tantangan yang cukup berat di bawah bendera Negeri Kanguru.
3. Danny Bawa Chrisnanta (Singapura)
Sebagai mantan pemain ganda Indonesia, Danny mengambil langkah berani dengan menyeberang ke Singapura. Di awal kepindahannya, ia sempat menunjukkan taji dengan menyumbangkan medali perunggu di Asian Games.
Namun, faktor cedera dan penurunan performa seiring berjalannya waktu membuatnya kesulitan untuk kembali ke puncak persaingan dunia.
4. Keisha Fatimah Azzahra (Azerbaijan)
Gadis kelahiran Pekanbaru ini merupakan salah satu talenta yang terlepas setelah menjadi runner-up Seleknas PBSI 2022. Karena PBSI hanya merekrut juara pertama, Keisha memilih tawaran Azerbaijan demi karier profesional.
Pilihan ini terbukti tepat, Keisha bahkan sukses mengalahkan wakil Indonesia, Ruzana, di ajang Indonesia Masters 2025. Untuk musim 2025, prestasi terbaik Keisha adalah menjadi runner-up di Iran Fajr International Challenge 2025.
5. Ade Resky Dwicahyo (Azerbaijan)
Inilah pemain yang paling sukses setelah memutuskan hengkang ke Azerbaijan pada 2018. Gagal menembus tim senior Indonesia tak membuatnya patah arang.
Di bawah bendera Azerbaijan, Ade sukses tampil dalam dua edisi Olimpiade (Tokyo 2020 dan Paris 2024). Menariknya, pada BWF World Championships 2025 yang digelar Agustus kemarin, Ade menantang unggulan Indonesia, Jonatan Christie, di babak 32 besar.
Hanya saja, Ade gagal mengalahkan Jonatan dengan skor 9-21 dan 17-21.










