Dibungkam Wakil Tuan Rumah, Sabar/Reza Tersingkir dari Malaysia Open 2026
KUALA LUMPUR, iNews.id - Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani gagal melaju ke semifinal Malaysia Open 2025 usai takluk dari pasangan tuan rumah Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 19-21 dan 10-21.
Kekalahan tersebut terjadi pada babak perempat final yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (9/1/2026). Duel ini menjadi ujian berat bagi Sabar/Reza yang harus menghadapi tekanan publik tuan rumah sejak awal laga.
Pada gim pertama, Sabar/Reza langsung tampil agresif. Dia berani mengambil inisiatif serangan cepat untuk menekan Aaron/Soh. Strategi ini sempat membuahkan hasil saat Sabar/Reza unggul 8-6 dan memaksa lawan bermain lebih defensif.
Namun, Aaron/Soh menunjukkan kualitas sebagai ganda elite dunia. Dia perlahan keluar dari tekanan dan mulai mengontrol reli. Permainan cepat di depan net serta pertahanan rapat membuat Sabar/Reza kehilangan momentum.
Kejar-mengejar poin berlangsung ketat hingga akhir gim pertama. Sayangnya, Sabar/Reza harus mengakui keunggulan Aaron/Soh setelah kalah tipis 19-21, hasil yang memukul mental di hadapan ribuan pendukung lawan.
Memasuki gim kedua, Aaron/Soh tampil semakin percaya diri. Dia langsung mendominasi permainan dan mencetak enam poin beruntun tanpa balas. Sabar/Reza tertinggal 0-6 dan kesulitan mengembangkan permainan.
Meski sempat mencoba bangkit dan mengejar ketertinggalan, tekanan terus datang dari pasangan Malaysia. Aaron/Soh bermain disiplin dan nyaris tanpa kesalahan sendiri, membuat upaya Sabar/Reza kerap mentok.
Perbedaan tempo permainan terlihat jelas. Aaron/Soh lebih efektif memanfaatkan serangan pertama dan mengunci pertahanan lawan. Sabar/Reza pun kesulitan keluar dari tekanan panjang.
Gim kedua akhirnya ditutup dengan kemenangan telak Aaron/Soh 21-10. Hasil ini memastikan langkah Sabar/Reza terhenti di perempat final Malaysia Open 2025 sekaligus mengantarkan wakil tuan rumah ke semifinal.
Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi Sabar/Reza untuk meningkatkan konsistensi saat menghadapi pasangan papan atas, terutama ketika tampil di kandang lawan dengan tekanan besar.










