Gunung Semeru Mengalami 21 Kali Gempa Letusan dalam 6 Jam Terakhir

Gunung Semeru Mengalami 21 Kali Gempa Letusan dalam 6 Jam Terakhir

Nasional | sindonews | Sabtu, 7 November 2026 - 13:38
share

Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami 21 kali gempa letusan selama periode pengamatan Sabtu (7/11/2026) pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Selain letusan, teramati satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 3,5 kilometer ke arah tenggara.

“Tercatat 21 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-23 mm dan durasi 69-239 detik,” tulis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam laporannya.

Secara visual, teramati sembilan kali letusan dengan tinggi kolom asap sekitar 100-500 meter di atas puncak. Asap letusan berwarna putih hingga kelabu dan mengarah ke barat daya.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi Lagi Pagi Ini, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3,5 Km

Selain itu, PVMBG mencatat satu kali awan panas guguran dengan amplitudo 23 mm dan durasi 285 detik. Jarak luncurnya mencapai sekitar 3.500 meter ke arah tenggara. Aktivitas kegempaan lainnya meliputi satu kali gempa guguran, 16 kali gempa hembusan, satu kali tremor harmonik, dan satu kali gempa tektonik jauh.Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak. Imbauan tersebut disampaikan dalam rekomendasi PVMBG. “Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi),” tulis PVMBG.

Lihat video: Status Siaga! Gunung Semeru Kembali Muntahkan Awan Panas

PVMBG juga meminta masyarakat menghindari area 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak. “Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.”

PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

“Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” imbau PVMBG.

Topik Menarik