Pemulihan Pascagempa, Pelajar SMK di NTT Ikuti Pelatihan Infrastruktur Telekomunikasi
Puluhan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti pelatihan infrastruktur telekomunikasi dan fiber optik. Program ini merupakan upaya peningkatan keterampilan dengan pendekatan pemulihan psikososial untuk membantu generasi muda kembali semangat belajar dan membangun kepercayaan diri setelah menghadapi bencana.
Kegiatan yang diselenggarakan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) ini dalam rangka mendukung pemulihan masyarakat pascagempa di Kabupaten Nagekeo, NTT. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemulihan pascabencana di Nagekeo setelah penetapan status transisi darurat ke pemulihan melalui Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 364 Tahun 2026.
Selain pelatihan, hadir pula program kemanusiaan berupa edukasi pola hidup sehat serta bantuan makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil dan anak-anak.
Baca juga: Hadir di Tengah Warga Terdampak Gempa NTT, TP PKK dan TP Posyandu Perkuat Dukungan Pemulihan
Chief Business Support Officer TBIG, Lie Si An mengatakan pemulihan pascabencana perlu memperhatikan aspek psikologis dan keberlanjutan pendidikan, selain pemulihan kondisi fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. “Proses pemulihan masyarakat setelah bencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar. Pemulihan psikologis, khususnya bagi anak dan remaja usia sekolah, juga menjadi bagian penting agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari dengan lebih percaya diri,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Bagi pelajar, pengalaman menghadapi bencana dapat memengaruhi rasa aman, konsentrasi, motivasi, hingga kesiapan mereka untuk kembali mengikuti kegiatan pembelajaran. Lebih jauh Lie SI An menerangkan bahwa trauma healing tidak selalu harus dilakukan melalui pendekatan konseling atau aktivitas yang secara khusus membahas pengalaman traumatis. Pelatihan peningkatan skill dibidang infrasturktur teleko dapat membangun kembali rasa percaya diri, serta meningkatkan kualitas interaksi sosial.
Peristiwa 20 September: Salahuddin Ayyubi Kepung Yerusalem hingga Bom Hotel Marriott Islamabad
“Hal ini diharapkan meningkatkan semangat belajar dan menguatkan para pelajar untuk menghadapi dampak gempa. Selain itu kemampuan skill dibidang infrastruktur teleko juga dam juga dapat meningkatkan peluang mereka untuk bekerja di sekto telekomunikasi,” ucapnya.
Lihat video: NTT KEMBALI DIGUNCANG GEMPA M5,9! Guncangan Dahsyat Terasa Sampai NTB!
Pelatihan tersebut dilaksanakan di SMKN 1 Aesesa dengan melibatkan 40 siswa dan 10 guru dari empat sekolah, yaitu SMKN 1 Aesesa Selatan, SMKN 1 Nangaroro, SMK St. Yosep Mbay, dan SMKN 1 Aesesa.Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas pengetahuan mengenai infrastruktur telekomunikasi dan fiber optik, sekaligus kembali terlibat dalam aktivitas pembelajaran yang interaktif. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung proses pemulihan psikososial melalui kegiatan produktif, interaksi sosial, dan pengalaman belajar yang membangun rasa percaya diri.Pengenalan keterampilan di bidang telekomunikasi juga memiliki manfaat jangka panjang bagi pelajar sekolah vokasi. Selain mendukung proses pembelajaran, pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal awal untuk mengenal kebutuhan industri dan berbagai peluang karier di sektor telekomunikasi.
“Harapannya, para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kompetensinya. Dengan demikian, proses pemulihan dapat berjalan beriringan dengan upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi peluang di dunia kerja,” tambahnya..Pelibatan siswa dan guru dari empat sekolah juga membuka ruang interaksi dan pertukaran pengetahuan antarpeserta. Dengan demikian, manfaat kegiatan diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi turut memperkuat semangat belajar dan jejaring antarsekolah selama masa pemulihan.
Melalui program ini, TBIG menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pemulihan masyarakat melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, dan dukungan kemanusiaan. Upaya tersebut menjadi bagian dari pendekatan tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana bangkit dan kembali menatap masa depan.









