Polisi Asal NTT Tewas Diduga Dibunuh di Markas Polairud Pondok Cabe, Keluarga Histeris
LARANTUKA, iNews.id - Keluarga Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai menangis histeris saat jenazah anggota polisi asal Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu tiba di rumah duka, Sabtu (17/10/2026). Valdo tewas di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, dalam kasus yang diduga melibatkan sesama anggota polisi.
Jenazah Valdo tiba di Flores Timur menggunakan pesawat Polri Casa P-4101. Ribuan warga memadati Bandara Gewayantana, Larantuka, untuk menyambut kedatangan jenazah. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat kemudian mengiringi perjalanan menuju rumah duka di San Dominggo, Larantuka.
Suasana haru pecah ketika jenazah tiba di rumah keluarga. Tangisan keluarga pecah, bahkan sejumlah anggota keluarga terlihat pingsan saat menyambut kedatangan jenazah.
Polisi Periksa 9 Saksi terkait Dugaan Korupsi Penguasaan Tanah Negara di Bali Senilai Rp4,8 Triliun
Informasi diperoleh, Bharada Valdo ditemukan tewas di Markas Polairud Baharkam Polri di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat 16 Oktober 2026. Informasi yang beredar menyebutkan, kematiannya diduga berkaitan dengan tindakan sesama anggota polisi yang merupakan juniornya di kesatuan tersebut.
Direktur Poludara Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Dadan berjanji mengusut tuntas perkara tersebut. Dia menyebut satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Unit Jatanras Polda Metro Jaya.
"Tentunya akan diusut tuntas. Yang jelas satu tersangka yang sudah ditahan Unit Jatanras Polda Metro Jaya," ujarnya, Sabtu (17/10/2026).
Pengacara keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, mengatakan tim kuasa hukum masih mengumpulkan informasi, keterangan, dan bukti untuk mengungkap kasus tersebut. Dia menilai kasus ini harus diusut hingga jelas, termasuk mengenai dugaan pelaku dan motif di balik kematian Valdo.
Pengacara asal Flores-Lembata yang berada di Jakarta juga menyatakan siap mengawal proses hukum. Mereka mendesak agar kasus kematian Bharada Laurentius Valdo diusut hingga seluruh fakta terungkap secara terang.
Perwakilan keluarga korban, Alfredo Rionaldo da Silva, menegaskan bahwa keluarga menyerahkan penanganan perkara kepada proses hukum yang sedang berjalan. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada kepolisian atas bantuan akomodasi bagi keluarga.
"Proses hukumnya jalan. Kita serahkan proses hukum sedang berjalan. Kita berterima kasih kepada teman-teman karena sudah menyiapkan akomodasi hingga tiba," katanya.
Hingga kini, motif dan kronologi lengkap kematian Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai masih menunggu pengungkapan lebih lanjut dari pihak berwenang. Keluarga dan tim kuasa hukum berharap penyelidikan dapat mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa dugaan pembunuhan tersebut.









