Mendagri: Renovasi 4.922 Sekolah Rusak Akibat Bencana Sumatera Ditargetkan Rampung 2029
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, 4.922 sekolah di tiga provinsi rusak imbas bencana Sumatera. Pemerintah saat ini telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk perbaikan dan renovasi sekolah.
Tito mengatakan anggaran tersebut berasal dari pos Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dia menyebut jumlah kerusakan bangunan sekolah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh berada di level yang masif.
“Yang intinya adalah beliau menggunakan anggaran dari reguler ditambah dengan dari Kementerian Keuangan tambahan, yang totalnya lebih kurang Rp5 triliunan. Dan itu digunakan untuk melakukan rehab dan rekon 4.922 sekolah se-tiga provinsi. Jadi jumlahnya jujur cukup masif ini,” kata Tito kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).
Tito menjelaskan, perbaikan ribuan sekolah rusak akibat bencana Sumatera tidak bisa dilakukan secara cepat. Ditargetkan waktu perbaikan semua sekolah selesai dalam 3 tahun.
“Sebetulnya waktunya adalah 3 tahun, tapi saya paham dari paparan beliau tadi, beliau berusaha untuk secepat mungkin selesai. Agar proses belajar mengajarnya juga berlangsung dalam suasana yang ideal, bukan lagi darurat," tuturnya.
Tito menyebut, dari total 4.922 sekolah yang mengalami kerusakan, ada 97 yang harus direlokasi karena tanahnya hilang akibat longsor hingga terbawa arus banjir.
"Ada yang sudah selesai (perbaikannya) 100 persen, ada juga yang masih 70 sampai 99 persen, dan ada 616 di bawah 50 persen. Ada beberapa hambatan di antaranya adalah masalah 97 titik sekolah yang harus relokasi, karena tanahnya ada yang hilang, kena longsor, kena banjir, atau di daerah yang rawan, sehingga memang harus dipindahkan, 97," imbuh Tito.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menambahkan, ada lima program yang disiapkan dalam penanganan sekolah-sekolah rusak imbas bencana Sumatera. Pertama, adalah pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak ringan, yang rusak berat, maupun yang memang harus dibangun total.
"Kedua adalah program pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran. Jadi kami memberikan bantuan untuk sekolah-sekolah itu, pertama peralatan belajar yaitu meja, kursi, laboratorium, dan sebagainya. Kemudian buku-buku pelajaran, dan juga bantuan-bantuan untuk mendukung dan memastikan pembelajaran berlangsung sebagaimana mestinya," ucapnya.
Pemerintah juga memberikan bantuan untuk guru-guru dalam bentuk pelatihan dan juga insentif. Kemendikdasmen memberikan insentif untuk guru-guru yang terdampak maupun tenaga kependidikan yang terdampak.
"Kemudian yang keempat adalah bantuan yang kami berikan kepada satuan pendidikan untuk mereka dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya dukungan, dukungan kegiatan belajar," tambahnya.
Sementara di program kelima, Kemendikdasmen akan melakukan pendataan kepada siswa kelas 12 yang terdampak bencana Sumatera agar bisa mengikuti tes kemampuan akademik sesuai jadwal.
"Kami sudah melakukan pendataan dan memastikan bahwa murid-murid SMA dan yang sederajat nanti dapat mengikuti tes kemampuan akademik di bulan Oktober ini dengan sebaik-baiknya, baik yang diselenggarakan di sekolah sendiri maupun yang menumpang di sekolah yang lainnya," jelasnya.









