Kavling dan Wisata Keluarga Dipadukan dalam Konsep Agro Eduwisata di Bogor
Bagi sebagian keluarga, memiliki tanah kini tidak lagi hanya tentang tempat untuk dibangun. Banyak orang mulai mencari kawasan yang bisa memberi pengalaman lebih: udara terbuka, pemandangan alam, fasilitas keluarga, serta ruang untuk berlibur tanpa harus pergi terlalu jauh.
Direktur Bisnis Granada Land Ahen mengatakan konsep tersebut menjadi salah satu arah pengembangan Granada Land di Tanjungsari, Bogor Timur. Mengusung konsep Agro Eduwisata, Granada Land memadukan kawasan kavling dengan aktivitas rekreasi, fasilitas keluarga, dan suasana alam yang masih kuat.
Di satu sisi, ungkap Ahen, masyarakat dapat memiliki lahan untuk berbagai rencana ke depan. Di sisi lain, kawasan tetap bisa dinikmati sebagai tempat beraktivitas dan berkumpul bersama keluarga. Granada Land dikembangkan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan keluarga modern.
Baca juga: 3 Rekomendasi Glamping Murah di Bogor dengan Pemandangan Indah
Kawasan tidak hanya menghadirkan kavling, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas seperti villa, camping ground, Rainbow Slide, ATV, flying fox, playground, outbound area, gazebo, photospot, wall climbing, food court, hingga fasilitas ibadah dan keamanan kawasan.Konsep tersebut membuat Granada Land punya fungsi ganda: sebagai kawasan kepemilikan tanah sekaligus destinasi yang bisa terus dikunjungi. Karakter alam Tanjungsari yang dikelilingi area hijau, perbukitan, dan panorama pegunungan menjadi bagian penting dalam pengalaman kawasan.
Ahen menilai, daya tarik Granada Land terletak pada kemampuannya menghadirkan nilai lebih dari sekadar kepemilikan lahan. “Orang sekarang ketika mencari tanah juga melihat apa yang bisa mereka rasakan di tempat itu. Apakah nyaman untuk keluarga, apakah punya suasana yang bagus, dan apakah bisa dikembangkan sesuai kebutuhan. Itu yang kami coba hadirkan di Granada Land,” ujar Ahen.
Menurutnya, konsep Agro Eduwisata membuat Granada Land memiliki karakter yang lebih kuat karena kawasan tidak berhenti pada fungsi properti. Pengunjung maupun pemilik kavling dapat datang untuk menikmati suasana, mencoba fasilitas, hingga merencanakan pengembangan lahan secara bertahap.
Kavling di Granada Land dapat digunakan untuk berbagai rencana sesuai kebutuhan dan ketentuan kawasan. Sebagian konsumen memiliki rencana membangun villa, sebagian ingin menjadikannya tempat beristirahat saat akhir pekan, sementara lainnya memilih memiliki tanah terlebih dahulu untuk dikembangkan di masa depan.
Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu keunggulan konsep kawasan. Pemilik tidak perlu menunggu sampai bangunan berdiri untuk menikmati Granada Land.Fasilitas wisata yang tersedia memungkinkan keluarga beraktivitas di kawasan sejak awal. Camping, bermain di area rekreasi, menikmati pemandangan, atau sekadar berkumpul di gazebo dapat menjadi bagian dari pengalaman ketika berkunjung. Ahen menambahkan bahwa perkembangan sebuah kawasan juga ditentukan oleh seberapa aktif masyarakat menggunakan ruang tersebut.
“Kami ingin kawasan ini hidup. Ada orang datang untuk liburan, ada keluarga yang menginap, ada yang survei kavling, ada aktivitas anak-anak. Semakin banyak kegiatan positif di kawasan, semakin kuat juga identitas Granada Land,” katanya.
Sementara itu, Supervisor Marketing, Granada Land Riky mengatakan banyak calon konsumen justru mulai tertarik setelah melihat langsung kondisi lokasi. “Foto bisa memberikan gambaran, tapi biasanya keputusan mulai terbentuk ketika konsumen datang langsung. Mereka melihat pegunungan, fasilitas, akses jalan, kemudian mulai membayangkan mau dibuat apa tanahnya nanti,” ujar Riky.
Menurutnya, pengalaman survei menjadi penting karena setiap konsumen memiliki pertimbangan yang berbeda. Ada yang mencari lokasi dengan pemandangan terbaik, ada yang lebih dekat ke fasilitas, sementara sebagian lainnya sudah memiliki rencana khusus untuk villa atau tempat berkumpul keluarga.
Untuk mendukung konsep Agro Eduwisata, Granada Land menghadirkan berbagai fasilitas rekreasi dan aktivitas outdoor. Fasilitas yang dikembangkan antara lain:Villa dan camping ground, Rainbow Slide, Flying Fox ,ATV, Wall Climbing, Playground, Outbound area, Gazebo, Photospot, Food Court, Waterpark, Masjid, One Gate System, dan Security Kawasan.Kehadiran fasilitas tersebut membuat kawasan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari liburan keluarga, gathering, camping, aktivitas komunitas, hingga kegiatan luar ruang. Granada Land juga menawarkan pilihan kavling mulai kisaran Rp60 jutaan, menyesuaikan luas, posisi, serta blok yang tersedia.
Pengembang mendorong calon konsumen untuk melakukan survei langsung agar dapat memahami kondisi tanah, kontur, akses, fasilitas, dan karakter setiap area di dalam kawasan. Riky mengatakan, salah satu hal yang paling menarik dari Granada Land adalah banyaknya kemungkinan yang bisa dilakukan setelah memiliki kavling.
“Ada yang datang dengan rencana membangun villa, ada yang ingin punya tempat kumpul keluarga, ada juga yang ingin memiliki tanah dulu dan memikirkan konsep bangunannya nanti. Kami membantu konsumen melihat pilihan yang paling sesuai dengan rencana mereka,” jelas Riky.
Menurutnya, fasilitas dan suasana kawasan menjadi faktor yang membuat calon konsumen lebih mudah membayangkan penggunaan lahan di masa depan. “Ketika konsumen bisa melihat langsung kawasan yang sudah punya aktivitas, biasanya mereka lebih mudah membayangkan bagaimana keluarganya nanti menikmati tempat ini,” tambahnya.
Dengan memadukan kavling, wisata keluarga, aktivitas outdoor, dan lingkungan alam, Granada Land mencoba menghadirkan konsep kepemilikan tanah yang lebih dekat dengan gaya hidup keluarga.
Masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh dapat melakukan kunjungan langsung ke kawasan Granada Land di Tanjungsari, Bogor Timur. Survei lokasi dapat menjadi kesempatan untuk melihat panorama, fasilitas, akses, hingga memilih posisi kavling sesuai kebutuhan.
Ahen berharap Granada Land dapat terus berkembang sebagai kawasan yang memiliki manfaat nyata bagi keluarga. “Kami ingin orang datang ke Granada Land dan merasa tempat ini punya banyak kemungkinan. Bisa untuk liburan, bisa untuk punya villa, bisa untuk berkumpul bersama keluarga, dan bisa menjadi bagian dari rencana mereka ke depan,” pungkas Ahen.









