Mengadu ke Pospera, Ratusan Warga Jakarta Minta Turunkan Desil
Ratusan warga Jakarta seperti ibu rumah tangga, pengamen, pekerja harian lepas, lansia, disabilitas, hingga pengemudi ojek online (ojol) mendatangi Posko Pengaduan Desil yang berada di DPP Pospera, Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (20/9/2026).
Kedatangan warga dalam konteks mengadukan pendataan desil yang dinilai tidak tepat. Pasalnya, predikat desil yang diterima oleh warga tidak sesuai dengan kondisi sosial dan ekonominya.
Dalam dialog yang digelar oleh tim Posko Pengaduan Desil, warga yang datang dalam predikat Desil 5-8. Kontradiktif dengan kondisi ekonominya hari ini.
Baca juga: Mensos Jamin Perubahan Desil Tak Otomatis Coret Bansos
Warga Rusun Penggilingan bernama Ros mengaku pernah terdata sebagai desil yang sekarang berubah menjadi 6. Akibatnya, dia tidak bisa memperpanjang Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) sebelum data desilnya diturunkan.“Anak saya kelas 4 SD tidak bisa perpanjang KJP, kata orang kelurahan desilnya tidak bisa, harus diturunin dulu,” tuturnya.
Dia berharap kedatangannya ke Posko Pengaduan Desil bisa mengubah predikat desilnya sesuai dengan kondisi agar mendapatkan hak sebagai penerima KJP.
“Saya datang ke sini berharap anak saya dapat memperpanjang KJP mengingat status saya sebagai janda tanpa penghasilan tetap,” ucap Ros.
Ketua Umum Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) yang menginisiasi Posko Pengaduan Desil Mustar mengatakan, negara telah salah mendata warga. Buktinya, masyarakat dengan penghasilan rendah dan tidak memiliki rumah mewah tercatat sebagai Desil 5 hingga 7.
“Desil menjadi musuh rakyat kecil, kenapa? Karena orang kecil disulap menjadi orang kaya dan sebaliknya,” ujar Mustar di hadapan 500 warga yang mengadukan desil di posko pengaduan.
Pihaknya akan menginventarisasi warga berdasarkan formulir yang akan dibagikan ke warga untuk diisi dengan kondisi yang sebenarnya.
“Nanti ibu-ibu, bapak-bapak dan semua yang hadir mengisi data dari formulir untuk kita perjuangkan agar desilnya diturunkan,” katanya.









