Yenny Wahid: Era SBY Stabilitas Politik Terjaga, Demokrasi Berfungsi Sebagaimana Mestinya
Cendekiawan perempuan Nahdlatul Ulama (NU) Yenny Wahid menilai salah satu capaian penting Partai Demokrat pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah keberhasilan menjaga stabilitas politik tanpa mengorbankan kualitas demokrasi. Stabilitas, demokrasi yang berfungsi, serta disiplin terhadap prinsip-prinsip demokrasi berjalan beriringan sehingga proses konsolidasi demokrasi Indonesia dapat berlangsung dengan baik.
Yenny, yang pernah menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik pada era Presiden SBY, mengatakan komitmen tersebut tercermin antara lain dari terjaganya netralitas instrumen negara dan tidak digunakannya aparat untuk kepentingan politik praktis.
"Di era pemerintahan Presiden SBY, stabilitas politik terjaga, tetapi demokrasi juga tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Disiplin dan komitmen terhadap demokrasi dijaga kuat. Tidak ada politisasi aparat dan netralitas instrumen negara tetap dijaga," ujar Yenny dalam acara Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Anies Sebut Selama Era SBY Etika Demokrasi Terjaga
Yenny mengatakan, kombinasi antara stabilitas dan penghormatan terhadap prinsip demokrasi tersebut penting karena Indonesia ketika itu masih menjalani proses transisi dan rekonsolidasi demokrasi pasca-Reformasi. Pemerintahan tidak hanya dituntut mampu menjaga efektivitas dan stabilitas politik, tetapi juga memastikan kekuasaan tetap dijalankan dalam koridor demokrasi.Karena itu, lanjut Yenny, salah satu pekerjaan penting Partai Demokrat ke depan adalah terus menjaga pilar-pilar demokrasi, dengan memastikan institusi negara bekerja profesional, ruang politik tetap terbuka, dan kompetisi kekuasaan berlangsung secara sehat. "Legacy demokrasi, pada akhirnya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus terus dijaga dan diteruskan," ujar alumnus Kennedy School of Government, Harvard University itu.
Pandangan tersebut diperkuat Profesor Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) R Siti Zuhro. Ia menilai sejumlah praktik demokrasi yang pada masa pemerintahan SBY mungkin dulu dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Saat ini, praktik itu justru semakin terasa nilainya ketika dilihat dari perspektif perjalanan demokrasi Indonesia hari ini. "Dulu kita pikir itu hal biasa. Sekarang terasa luar biasa. Incredible," ujar Wiwiek, sapaan akrab Siti Zuhro.
Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat dihadiri Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Menko Infrastruktur dan Pembangunan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanegara, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Hadir pula Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron, Bendahara Umum Irwan Fecho, para anggota DPR RI, dan lainnya.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam menjadi moderator. Selain Yenny Wahid dan Siti Zuhro, para pakar yang hadir yakni Prof Greg Barton, Prof Burhanuddin Muhtadi, Prof Hermanto Siregar, dan Prof Hikmahanto Juwana.










