Speedboat Terbakar di Perairan Salimbatu Bulungan, 25 Penumpang Panik Selamatkan Diri

Speedboat Terbakar di Perairan Salimbatu Bulungan, 25 Penumpang Panik Selamatkan Diri

Nasional | inews | Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:05
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 150 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, BRIN memamerkan sekitar 150 hingga 200 produk inovasi dari 12 klaster riset yang siap dipresentasikan langsung kepada Presiden Prabowo.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, para peneliti merasa terhormat mendapat kesempatan berdialog langsung dengan Presiden sekaligus memaparkan berbagai hasil riset yang dinilai dapat menjadi solusi bagi persoalan strategis nasional.

"Ada 150 peneliti," ujar Arif Satria kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan.

Arif menjelaskan, selama ini BRIN telah beberapa kali mempresentasikan hasil riset dalam rapat terbatas, baik di Hambalang maupun di Istana. Kali ini, para peneliti mendapat undangan khusus untuk menyampaikan secara lebih komprehensif inovasi yang telah dihasilkan.

"Ya kami merasa terhormat dari BRIN karena para peneliti diundang ke Istana untuk berdialog dengan Bapak Presiden. Ya, sekaligus mendapat arahan dari Bapak Presiden karena memang beberapa kali kami melakukan presentasi temuan-temuan BRIN yang bisa digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa. Persoalan sampah, persoalan giant sea wall, kemudian juga persoalan air, persoalan pangan, dan juga persoalan lainnya," katanya.

Selain memaparkan hasil riset, BRIN membawa berbagai produk inovasi yang telah dihasilkan maupun yang masih dalam tahap pengembangan. Menurut Arif, terdapat sekitar 12 klaster riset dengan total produk inovasi yang telah dikurasi mencapai 150 hingga 200 produk.

"Produk kita ada sekitar 12 klaster ya. Jadi 12 klaster ya produk kurang lebih setelah dikurasi ya di atas 150 ya produk ya. 150 sampai 200 produk ya," kata Arif.

Presiden Prabowo juga akan berkeliling melihat berbagai inovasi tersebut dan berdialog langsung dengan para peneliti.

Arif mengatakan, salah satu inovasi unggulan yang dipamerkan berasal dari sektor energi, yakni teknologi Absorbed Natural Gas (ANG) yang dinilai berpotensi menjadi alternatif pengganti LPG.

BRIN juga membawa berbagai hasil riset di bidang pangan, kesehatan, transportasi, perumahan, antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang hingga dukungan teknologi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kampung nelayan.

Di sektor pangan, Arif menyebut BRIN telah mengembangkan varietas padi biosalin yang mampu tumbuh di lahan berkadar garam tinggi.

"Begitu pula dalam bidang pangan, kami juga punya peralatan pertanian, juga punya varietas-varietas unggul yang Bapak Presiden juga sering menyampaikan tentang bagaimana menghasilkan padi di lokasi yang memang memiliki lahan asin. Nah itu padi biosalin," ujarnya.

Topik Menarik