Indonesia Pimpin ASEAN Smart Cities, Angkat Isu Sampah Jadi Agenda Utama

Indonesia Pimpin ASEAN Smart Cities, Angkat Isu Sampah Jadi Agenda Utama

Nasional | okezone | Rabu, 22 Juli 2026 - 18:52
share

JAKARTA - Indonesia memimpin pembahasan strategis pengembangan kota cerdas dalam The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting. Dalam forum tersebut, Indonesia mengangkat isu pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai agenda utama.

Pertemuan tahunan ASCN sejatinya dijadwalkan berlangsung di Filipina. Namun, Pemerintah Filipina selaku Ketua ASCN 2026 memutuskan digelar secara daring dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di kawasan. Banyuwangi ditunjuk sebagai pusat pelaksanaan delegasi Indonesia.

Dalam forum tersebut, Indonesia memaparkan perkembangan 18 proyek Smart City yang dijalankan enam kota anggota ASCN Indonesia, yakni DKI Jakarta, Banyuwangi, Makassar, Sumedang, Semarang, dan Denpasar.

"Berdasarkan ASCN Monitoring and Evaluation Report 2025, kontribusi Indonesia mencapai sekitar 13,4 persen dari total 134 proyek ASCN di kawasan ASEAN," ujar Dirjen Bina Adwil, Safrizal ZA,  Rabu, (22/7/2026).

Menurutnya, berbagai proyek tersebut meliputi digitalisasi pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal, mobilitas perkotaan, pelayanan kesehatan berbasis teknologi, hingga pengelolaan lingkungan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Indonesia juga memperkenalkan Kota Semarang dan Kota Denpasar sebagai anggota baru ASCN. Dengan demikian, jumlah kota Indonesia dalam jaringan ASEAN Smart Cities Network bertambah menjadi enam.

Penambahan anggota tersebut dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan ASEAN terhadap komitmen Indonesia dalam mengembangkan kota cerdas sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pemerintah daerah menjalin kerja sama internasional, mengakses inovasi, dan mengembangkan proyek pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Sebagai Shepherd ASCN, Indonesia tahun ini mengangkat isu pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai agenda strategis kawasan.

Safrizal ZA, yang juga menjabat sebagai National Representative dan Shepherd ASEAN Smart Cities Network (ASCN) ini memperkenalkan pendekatan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir melalui penguatan partisipasi masyarakat dalam mengurangi sampah sejak dari sumber.

Pendekatan tersebut dilakukan melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, dipadukan dengan percepatan pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WTE) di berbagai daerah.

 

"Pendekatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi regional dalam mewujudkan kota yang lebih bersih, tangguh, dan rendah emisi," kata Safrizal.

Indonesia mengundang seluruh anggota ASCN menghadiri Indonesia International Smart City Expo and Forum (IISMEX) 2026 yang akan digelar pada 11-13 Agustus 2026 di Jakarta.

Dalam rangkaian acara tersebut juga akan diselenggarakan Waste-to-Energy Forum sebagai wadah berbagi pengalaman, membangun kemitraan, hingga membahas pembiayaan proyek pengelolaan sampah perkotaan.

“Pembangunan kota cerdas tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya.

Topik Menarik