Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Sempat Tenang sejak 2024
LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali erupsi pada Kamis (2/7/2026). Letusan ditandai dengan semburan kolom abu vulkanik setinggi 200 meter di atas puncak gunung.
Erupsi tersebut terekam dalam video amatir yang memperlihatkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau setelah sebelumnya berada dalam kondisi relatif tenang sejak Desember 2024.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau mencatat peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2026. Aktivitas tersebut ditandai dengan meningkatnya gempa embusan, getaran vulkanik, hingga tremor yang semakin intensif.
Selain itu, citra satelit Sentinel juga merekam adanya titik panas di sekitar puncak gunung. Temuan tersebut mengindikasikan adanya dorongan magma menuju permukaan.
Puncak aktivitas terjadi pada Kamis siang ketika kolom abu berwarna kelabu hingga hitam pekat membumbung setinggi sekitar 200 meter dan mengarah ke barat laut.
Berdasarkan data seismograf, erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 23 milimeter. Meski tinggi kolom abu masih tergolong rendah, petugas tetap meningkatkan kewaspadaan karena terdeteksi 20 kali gempa hybrid serta tremor menerus yang mengindikasikan suplai magma masih berlangsung.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi mengatakan bahwa aktivitas gunung terus dipantau secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan erupsi.
"Sejak erupsi terakhir Desember 2024 Krakatau itu tenang cuma mulai 18 Juni kemarin ada peningkatan kegempaan dan embusan dari potensinya," ujar Andi.
Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berstatus Waspada atau Level II. Masyarakat, nelayan, dan wisatawan diimbau tidak mendekati kawasan gunung dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.









