Ceramahnya di UGM Fakta Konflik Poso-Ambon, JK: Ade Armando Jangan Ngomong Seenaknya
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah menjadi sorotan merupakan refleksi dan fakta peristiwa konflik komunal di Poso dan Ambon. Dia menegaskan tak ada niat menistakan agama sebagaimana yang difitnahkan terhadap dirinya.
Bahkan, JK mengumpulkan tokoh-tokoh perundingan perdamaian yang dikenal dalam Perjanjian Malino I dan II. Dalam pertemuan itu, para tokoh lintas agama bahkan bersepakat apa yang disampaikan JK.
Baca juga: Abu Janda dan Ade Armando Dilaporkan ke Polisi usai Unggah Video Ceramah JK yang Dipotong
"Ada Ketua Sinode, Pak Imam, Ustaz yang ada waktu itu di Poso menyatakan bahwa begini keadaannya, benar," ujar JK di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2026).
Karena itu, dia meminta masyarakat berhenti memfitnahnya atas tuduhan menistakan agama. JK juga menyinggung nama Ade Armando untuk berhenti berbicara tanpa mengetahui fakta sebenarnya."Jangan Ade Armando ngomong seenaknya saja. Dibilang lagi bahwa diperintahkan. Siapa yang bilang diperintahkan? Perintahkan ah ndak ada itu. Makin gila dia ngomongnya," katanya.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan bahwa upaya mengumpulkan tokoh-tokoh perdamaian ini dilakukan untuk membuat situasi lebih membaik. Dia berharap masyarakat tidak terpecah belah oleh narasi yang memfitnah dirinya.Sejumlah tokoh agama yang pernah terlibat langsung dalam proses perdamaian Perjanjian Malino I dan Malino II turut hadir dalam pertemuan tersebut. Dari Poso, hadir perwakilan tokoh Kristen, dari Sinode Gereja Kristen Tentena seperti Pdt Rudolf Metusala, Pdt Jetroson Rense, Pdt Dajaramo Tasiabe, dan Pdt Rinaldi Damanik (yang juga menjadi delegasi dalam Perundingan Malino I).
Sementara dari tokoh Muslim Poso, tampak Ustaz Sugianto Kaimuddin yang juga pernah menjadi delegasi Malino I hadir. Dia bersama Ustaz Muh Amin, Ustaz Samsul Lawenga, serta Ustaz Mualim Fauzil.
Adapun dari Maluku, hadir tokoh lintas agama yang berperan dalam Perundingan Malino II, di antaranya Pdt Prof John Ruhulessin dari Gereja Protestan Maluku, Prof Hasbullah Toisutta selaku tokoh muslim dan mantan Rektor UIN Ambon, serta Ustaz Hadi Basalamah.










